Home  /  Wisata Bali  / Batik Galuh – Seni Warisan Nenek Moyang di Bali

Batik Galuh – Seni Warisan Nenek Moyang di Bali


Batik Galuh – Seni Warisan Nenek Moyang di Bali

Batik merupakan seni warisan dari nenek moyang yang telah dilestarikan secara turun temurun. Kata batik berasal dari bahasa Jawa yaitu ambatik yang mengandung arti “amba” (menulis) dan tik (tetesan, atau titik-titik kecil). Sehingga batik memiliki makna melukis titik atau menulis di atas kain yang akan digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan sebuah pakaian.

Dalam membatik, hal pertama yang harus dilakukan adalah teknik pemberian warna atau lukisan dengan menggunakan cairan malam atau lilin. Penggunaan cairan malam atau lilin bertujuan sebagai penutup dari motif-motif unik yang dilukiskan.

Sehingga dapat mencegah terjadinya pewarnaan pada bagian kain tersebut ketika proses pencelupan. Agar memudahkan proses melukis atau pemberian motif, maka dibutuhkan kuas untuk motif yang besar, dan canting untuk membuat motif yang halus dan rumit.

batik galuhSetelah selesai proses pelukisan, maka dilanjutkan dengan proses pencelupan untuk memberikan warna pada kain.

Agar cairan malam atau lilin larut di dalam serat kain, maka kain batik tersebut akan dicelup ke dalam larutan kimia.

Malam atau lilin adalah sebuah zat padat alami yang berasal dari ekskresi tanaman, berupa resin sebagai hasil dari metabolisme sekunder dari pembuluh resin.

Malam juga bisa didapatkan dari hewan yaitu dari lebah dan sarangnya. Secara kimiawi, malam termasuk dalam golongan lipid.

Berdasarkan teknik pembuatannya, batik terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Batik tulis, motif pada batik dibuat secara tradisional dengan menggunakan canting dan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.
  2. Batik cap, motif pada batik dibuat dengan menggunakan cap dari bahan tembaga, sehingga proses pembuatannya lebih cepat, yakni sekitar 3 hari.
  3. Batik lukis, karya seni lukis pada selembar kain putih.

Batik Galuh adalah salah satu jenis batik yang terkenal di Bali. Lokasinya yang strategis karena berdekatan dengan Pasar Sukawati dan Perak Celuk, membuat tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan, khususnya bagi mereka penggemar batik.

Semakin terkenalnya Batik Galuh tidak terlepas dari kemampuan para pembatik dalam menjaga kualitas produk. Mereka dapat menghasilkan aneka ragam produk batik, dan harga yang ditawarkan sangat sesuai dengan kualitas dari masing-masing produk.

Beberapa jenis kerajinan Batik Galuh yaitu : kemeja pria dan wanita, sandal bermotif batik, tas batik, souvenir, dan seni ukir kayu dengan motif batik Galuh. Hal inilah yang membuat banyak wisatawan ingin berkunjung ke tempat ini, selain kualitas produknya yang istimewa, Batik Galuh juga menyediakan aneka ragam hasil kerajinan batik.

Lokasi wisata ini mempunyai areal parkir yang luas. Setiap wisatawan yang berkunjung, dapat melihat, membeli atau sekedar berfoto-foto. Para pelayan akan dengan ramah menyambut setiap pengunjung dan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Mereka tidak merasa canggung untuk menjelasakan beberapa motif khas dari batik Galuh. Wisatawan dapat secara leluasa memilih dan membeli beberapa hasil kerajinan batik Galuh, untuk dijadikan sebagai oleh-oleh ataupun untuk dipakai sendiri.

Hasil produksi Batik Galuh tidak hanya dapat kita jumpai dalam lingkup area Bali saja, melainkan sudah dipasarkan ke beberapa pulau yang ada di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara.

Beberapa wilayah pemasaran tersebut antara lain : kawasan wisata Kuta, kawasan wisata Nusa Dua, Ujung Pandang, Surabaya, Jakarta, Eropa, Malaysia, Jepang, dan Amerika.

Sejarah Batik Galuh

Pertenunan Batik Galuh mulai berdiri pada tahun 1976, didirikan oleh Bpk. Pande Ketut Krisna. Dengan bantuan dari saudara-saudaranya, tempat pertenunan ini memiliki 5 buah alat tenun tradisional.

Pada tahun 1986 usaha ini mendapatkan izin dari Departemen Perdagangan, sehingga membuat usaha Batik Galuh menjadi lebih berkembang hingga akhirnya mereka memiliki 32 buah alat tenun. Mereka dapat menghasilkan aneka karya kerajinan batik dalam jumlah yang banyak, dan tetap mengutamakan kualitas dari tiap-tiap produk.

Transportasi Menuju ke Batik Galuh

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke pusat pertenunan batik Galuh, tempat ini berlokasi di banjar Tegehe, desa Batubulan, kec. Sukawati, Gianyar, Bali.

Jika dari bandara Ngurah Rai, maka wisatawan harus menempuh jarak sekitar 24 km, dalam waktu kurang lebih 45 menit dengan menggunakan mobil.

Wisatawan dapat menaiki taksi, menyewa mobil atau motor untuk menuju ke obyek wisata ini. Cara yang paling efisien untuk menuju ke lokasi adalah dengan menyewa mobil, karena pertenunan Batik Galuh dekat dengan tempat wisata menarik lainnya di kabupaten Gianyar.

Penginapan

Jika wisatawan ingin mencari penginapan di dekat lokasi batik Galuh, telah tersedia beberapa penginapan yang layak untuk dijadikan tempat beristirahat.

Beberapa penginapan tersebut adalah The Swaha Bali Hotel, Bumi Linggah The Pratama Villas, Bali Vidi Villas, Sakawesi Bali Pavilion Gianyar, Honeymoon House, The Graha Cakra Bali Hotel, Munari Villa and Spa Batubulan, Puri Maharani Boutique Hotel, Lotus Apart Hotel, Melati Guesthouse, Ocean House Villa, Soleya Bali Villa, dan lain-lain.

Saran

  1. Pertenunan Batik Galuh dekat dengan Pasar Sukawati dan Perak Celuk. Kedua tempat wisata ini telah terkenal sebagai tempat untuk mencari oleh-oleh khas Bali.

Khususnya Perak Celuk, tempat ini sangat tepat bagi wisatawan yang ingin mengetahui cara pembuatan kerajinan dari bahan baku perak, dan juga sebagai salah satu tempat favorit di pulau Bali untuk membeli aneka produk berkualitas dari bahan baku perak dan emas.

  1. Bagi wisatawan yang menyewa mobil, agar mendapatkan harga yang lebih murah, maka wisatawan bisa menyewa mobil tersebut bersama dengan wisatawan lainnya.

Obyek wisata Batik Galuh selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terutama pada saat musim liburan. Aneka produk kerajinan batik dengan motif khas Bali begitu memikat hati para wisatawan sehingga menimbulkan keinginan untuk membelinya.

Bagi wisatawan domestik, kerajinan batik dapat ditemui di beberapa tempat di wilayah nusantara, namun setiap daerah memiliki motif batik tersendiri. Hal inilah yang menjadi ciri khas budaya atau pembeda dari tiap-tiap produk tersebut.

Please Share :

Related Post


Obyek Wisata Kerta Gosa – Bangunan Bersejarah di Klungkung
Obyek Wisata Kerta Gosa – Bangunan Bersejarah di Klungkung

Kerta Gosa adalah bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1648…

Liburan ke Bali Bird Park – Taman Burung Terindah di Bali
Liburan ke Bali Bird Park – Taman Burung Terindah di Bali

Bali Bird Park merupakan sebuah taman seluas 2 hektar dengan…

Wisata Pura Goa Lawah – Pura Penting dan Bersejarah di Pulau Bali
Wisata Pura Goa Lawah – Pura Penting dan Bersejarah di Pulau Bali

Pura Goa Lawah merupakan salah satu pura penting di Pulau…

Liburan ke Desa Batubulan – Wisata Seni Khas Bali
Liburan ke Desa Batubulan – Wisata Seni Khas Bali

Desa Batubulan, sebuah desa agraris yang memiliki banyak seniman di…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *