Home  /  Wisata Bali  / Desa Tenganan Pegeringsingan – Sebuah Desa Tradisional di Pulau Bali

Desa Tenganan Pegeringsingan – Sebuah Desa Tradisional di Pulau Bali


Desa Tenganan Pegeringsingan – Sebuah Desa Tradisional di Pulau Bali

Desa Tenganan Pegeringsingan atau lebih sering disebut dengan nama Desa Tenganan merupakan salah satu desa tradisional di Pulau Bali. Gaya hidup masyarakatnya masih berpedoman pada peraturan dan adat istiadat leluhur. Penduduk setempat menyebut peraturan tersebut dengan nama awig-awig.

Pembangunan pariwisata di Pulau Bali telah maju begitu pesat, ditandai dengan mulai bermunculannya bangunan-bangunan mewah nan modern serta perubahan gaya hidup masyarakat yang mengikuti kemajuan zaman.

desa tengananNamun, hal itu tidak mempengaruhi pola hidup di Desa Tenganan Pegeringsingan.

Walaupun pada saat ini desa tersebut telah memanfaatkan teknologi listrik, akan tetapi mereka tetap mempertahankan bentuk dan ukuran bangunan, luasnya perkarangan, tata letak bangunan, sampai dengan lokasi pembangunan pura.

Selain itu, mereka juga tetap mematuhi peraturan adat yang berlaku.

Rumah adat penduduk Desa Tenganan terbuat dari campuran antara batu sungai, batu merah, dan tanah. Untuk atapnya terbuat dari susunan daun rumbi. Pintunya berukuran kecil dan bagian atas pintu terlihat bersatu dengan atap rumah.

Dengan segala keunikannya tersebut, membuat Desa Tenganan Pegeringsingan termasuk dalam kategori desa Bali Aga, bersama dengan desa Trunyan, dan desa Sembiran.

Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke desa ini. Menikmati sebuah pesona desa yang jauh dari sentuhan kehidupan modern.

Satu hal yang unik, walaupun wisatawan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000 untuk parkir mobil, namun ketika memasuki wilayah desa melalui sebuah pintu masuk, wisatawan tidak harus membeli tiket, akan tetapi wisatawan bisa memberikan donasi seikhlasnya sebagai sumbangan yang bermanfaat bagi penduduk desa.

desa tenganan pegeringsingan

Kata Tenganan berasal dari kata “ngatengahang” yang berarti bergerak menuju ke wilayah yang lebih dalam. Hal ini berhubungan dengan perpindahan masyarakat dari tepi pantai menuju ke sebuah daerah perbukitan yang dikenal dengan nama bukit Kuah dan bukit Kangin.

Penduduk setempat berprofesi sebagai petani, pengrajin ukiran dan anyaman bambu. Selain itu, mereka memiliki kemampuan untuk melukis di atas daun lontar. Sebelum dilukis, daun-daun lontar tersebut harus dibakar terlebih dahulu. Sesuatu hal yang unik dan telah dilakukan secara turun temurun.

Namun, ada satu hasil kerajinanan masyarakat Desa Tenganan Pegeringsingan yang telah terkenal hingga ke mancanegara, yaitu kerajinan kain Gringsing. Kain Gringsing merupakan sebuah kain yang unik karena dikerjakan dengan teknik ikat ganda.

Berikut beberapa keunikan lainnya yang menjadi ciri khas bagi Desa Tenganan Pegeringsingan :

  1. Terdapat peraturan dimana penduduk desa hanya boleh menikah antar sesama warga desa. Apabila ada yang melanggar, maka tidak diperbolehkan untuk menjadi warga desa.
  2. Terkadang penduduk desa masih menggunakan sistem barter dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  3. Terdapat sebuah tradisi rutin yang dikenal dengan nama perang pandan (Mekare-kare). Tradisi ini dilakukan pada bulan Juni, dan merupakan bagian puncak pada rangkaian upacara Ngusaba Sambah.

Pergelaran tradisi ini dilakukan sebanyak 2 hingga 4 kali dalam waktu 1 bulan.

Senjata yang digunakan adalah daun pandan berduri dengan panjang sekitar 30 cm, serta dilengkapi dengan tameng yang berfungsi untuk menahan serangan dari lawan.

Tradisi ini diikuti oleh kaum pria mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Rasa sakit yang ditimbulkan akibat dari goresan daun pandan akan segera diobati dengan menggunakan obat tradisional yang terbuat dari umbi-umbian.

Setelah selesai pergelaran tersebut, tidak ada dendam diantara mereka, tidak ada yang menang ataupun yang kalah.

  1. Kerajinan kain Gringsing. Kata Gringsing berasal dari kata “gering” yang artinya adalah musibah atau sakit, dan “sing” yang berarti tidak. Sehingga makna dari kata Gringsing adalah penolak bala atau penolak musibah.

kain GringsingKeunikan dari kain ini adalah proses pembuatannya yang dikerjakan dengan teknik ikat ganda. Sampai saat ini, teknik ikat ganda adalah satu-satunya di Indonesia.

Hal inilah yang menyebabkan kain Gringsing sangat terkenal di dunia.

Proses pembuatan kain ini sangat lama yaitu sekitar 3 tahun. Oleh karena itu, kain Gringsing memiliki harga yang cukup mahal.

Bahan pewarna yang digunakan pada kain berasal dari getah kayu tertentu dan biji kemiri, diramu dengan komposisi khusus sehingga menghasilkan warna yang diinginkan.

Transportasi Menuju ke Desa Tenganan Pegeringsingan

Desa Tenganan Pegeringsingan berlokasi di wilayah Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

Untuk menuju ke lokasi ini wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor seperti mobil atau motor. Jarak lokasi wisata dari bandara Ngurah Rai sekitar 70 km.

Namun, jika wisatawan berangkat dari Candidasa, hanya menempuh jarak sekitar 6 km dalam waktu kurang lebih 25 menit.

Bagi wisatawan yang ingin menyewa mobil atau motor, di Pulau Bali telah tersedia beberapa tempat yang menawarkan jasa rental mobil atau motor dengan harga yang bervariasi.

Harga sewa mobil dimulai dari Rp 200.000/hari, dan harga sewa motor sekitar Rp 50.000/hari.

Selain itu, wisatawan juga bisa mengambil sebuah paket wisata. Bersama dengan wisatawan yang lain melakukan sebuah perjalanan wisata mengunjungi beberapa tempat wisata yang menarik di Kabupaten Karangasem.

Penginapan

Dikarenakan lokasi Desa Tenganan tidak terlalu jauh dari obyek wisata Candidasa, maka umumnya para wisatawan mencari penginapan di Candidasa. Di sana telah tersedia beberapa hotel berkelas yang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan.

Saran

  1. Jika wisatawan ingin menyewa mobil, agar mendapatkan harga sewa mobil yang lebih murah, wisatawan bisa menyewa mobil tersebut bersama dengan wisatawan lainnya.
  2. Penduduk Desa Tenganan sangat ramah, sehingga asyik untuk diajak berkomunikasi, bercerita mengenai kehidupan sehari-hari di Desa Tenganan Pegeringsingan.
  3. Beberapa hasil kerajinan penduduk desa sangat cantik dan unik. Jangan lewatkan kesempatan untuk membelinya, sebagai oleh-oleh atau sebuah kenang-kenangan.
Please Share :

Related Post


Bermain di Miniapolis Bali – Dunia Permainan Anak-Anak di Bali
Bermain di Miniapolis Bali – Dunia Permainan Anak-Anak di Bali

Berwisata ke pulau Bali tidak hanya berkunjung ke wisata pantainya…

Bermalam Di Kuta Lagoon Resort And Pool Villas
Bermalam Di Kuta Lagoon Resort And Pool Villas

Pergi berwisata ke Pulau Bali bersama dengan keluarga adalah sebuah…

Pantai Sanur – Pesona Sunrise di Timur Bali
Pantai Sanur – Pesona Sunrise di Timur Bali

Bagi wisatawan yang mempunyai keinginan untuk berwisata ke pantai yang…

Wisata Tampak Siring – Istana Tampak Siring dan Pura Tirta Empul
Wisata Tampak Siring – Istana Tampak Siring dan Pura Tirta Empul

Tampak Siring adalah sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Gianyar.…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *