Home  /  Wisata Sumatera  /  Palembang  / Liburan Ke Kampung Kapitan Palembang – Wisata Sejarah dan Budaya

Liburan Ke Kampung Kapitan Palembang – Wisata Sejarah dan Budaya


Liburan Ke Kampung Kapitan Palembang – Wisata Sejarah dan Budaya

Liburan ke Kampung Kapitan yang berada di Kota Palembang akan membawa wisatawan seperti menuju ke masa 200 tahun silam. Obyek wisata ini menyimpan sebuah sejarah serta budaya dari etnis Tionghoa di Palembang. Hingga saat ini, masih berdiri dengan kokoh beberapa rumah dengan gaya arsitektur Cina dimana umurnya telah mencapai ratusan tahun.

Catatan sejarah ini berawal pada abad ke 14. Pada masa itu, datang seorang perwira yang bernama Perwira Tjoa ke wilayah yang saat ini bernama Palembang. Beliau berasal dari Dinasti Ming di negeri Cina.

kampung kapitan palembangPada awal kedatangannya, Perwira Tjoa hanya dianggap sebagai penduduk biasa. Namun, keadaan ini menjadi terbalik pada saat Belanda mulai menguasai atau menjajah tanah Palembang.

Belanda memanfaatkan tenaga dari etnis Tionghoa untuk membantu mereka dalam mengatur kawasan Palembang. Orang yang terpilih adalah seseorang yang memiliki status ekonomi yang tinggi.

Hal ini disebabkan karena orang tersebut tidak akan mendapatkan gaji atau upah dari Belanda. Sebagai seorang pengawas, maka orang Belanda menyebutnya Kapitan.

Adapun tugas dari seorang Kapitan adalah mengurus masalah kependudukan, proses perkawinan, perceraian, dan juga mengumpulkan pajak usaha yang nantinya akan diserahkan ke Belanda. Jika dilihat pada masa sekarang, kedudukan seorang Kapitan berada di bawah Walikota, namun masih di atas posisi Camat.

Kampung Kapitan diperkirakan telah berusia lebih dari 300 tahun. Akan tetapi, dikarenakan hilangnya buku silsilah pertama yaitu pada generasi pertama hingga ketujuh, maka umur dari Kampung Kapitan tidak dapat diketahui secara pasti. Saat ini, buku silsilah yang ada berisi catatan untuk generasi ke 8 hingga 12.

Generasi kesepuluh yang bernama Tjoa Ham Hin (1850) adalah seorang Kapitan yang terakhir. Beliau diangkat untuk menjadi Kapitan pada tahun 1880 sampai dengan akhir hayatnya pada tahun 1921. Jika wisatawan berkunjung ke rumah sang Kapitan, disana terdapat foto Tjoa Ham Hin.

Status ekonomi yang tinggi serta memiliki kedudukan sebagai seorang Kapitan, membuat tempat tinggal sang Kapitan terlihat berbeda. Rumahnya dipengaruhi oleh gaya arsitektur Cina dan juga Palembang.

kampung kapitan

Ciri khas dari gaya arsitektur Palembang dapat terlihat pada bagian atap rumah yang berbentuk limas. Kehadiran Belanda di wilayah ini juga menyebabkan rumah sang Kapitan memiliki sentuhan arsitektur khas Eropa.

Ketika berada di dalam kawasan Kampung Kapitan, wisatawan akan berjumpa dengan 15 bangunan. Namun, tidak semua rumah atau bangunan memiliki gaya arsitektur Cina. Sepertinya tidak semua penduduk di kawasan ini adalah etnis Tionghoa.

Hanya rumah sang Kapitan yang terlihat berbeda dimana terdiri dari 2 bangunan dan berukuran paling besar. Terdapat sebuah taman yang indah dan terlihat masih baru membuat Kampung Kapitan tampak asri dan cantik.

Rumah sang Kapitan saat ini ditempati oleh keturunan beliau dengan marga Tjoa. Rumah tersebut berdinding kayu, terdapat ruang tamu lengkap dengan meja dan kursi serta terlihat beberapa foto maupun lukisan.

Sebuah keunikan terjadi pada foto Kapitan ke-10 dengan memakai pakaian dinas. Foto tersebut seperti 3 dimensi dimana jika Anda memandangnya dari sebelah kanan maka sang Kapitan juga akan mengahadap ke arah kanan, begitu juga sebaliknya. Selain foto juga terdapat lukisan sang Kapitan.

Lukisan ini juga unik, mata dan sepatu sang Kapitan terlihat bergerak mengikuti arah dimana Anda melihat.

Pada ruang yang kedua terdapat tempat untuk beribadah. Setiap pengunjung diizinkan untuk masuk ke ruangan tersebut, namun bagi wanita yang sedang berhalangan tidak diizinkan untuk masuk.

Di sebelah bangunan ini berdiri sebuah gedung yang telah dibangun dengan menggunakan beton. Gedung tersebut adalah kantor sang Kapitan. Bangsa Belanda akan berkunjung ke gedung ini untuk bertemu dengan sang Kapitan dan membahas berbagai macam masalah pekerjaan, bahkan mengadakan pesta.

Disamping melihat bagian dari tiap-tiap rumah Sang Kapitan, wisatawan juga bisa berkomunikasi dengan keturunan ke-13. Walaupun terlihat tua dan lumpuh, namun beliau masih bisa untuk diajak berkomunikasi.

restoran di dekat kampung kapitan

Transportasi Menuju Ke Kampung Kapitan

Kampung Kapitan berada di wilayah Kel. 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini, bisa menggunakan jalan darat maupun melalui jalur sungai.

Jika Anda memilih jalur darat, setelah tiba di pasar 7 Ulu atau pasar Klinik, lanjutkan perjalanan hingga tiba di simpang 3.

Dari simpang tersebut, Anda harus belok ke arah kanan. Kemudian, tidak jauh dari simpang 3 ini akan terlihat sebuah papan dengan tulisan Kampung Kapitan pada sisi kiri jalan.

Selain itu, wisatawan juga bisa memarkir kendaraan di restoran Kampung Kapitan yang berada di tepi Sungai Musi dan terlihat jelas dari kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Dari restoran tersebut, perjalanan menuju ke Kampung Kapitan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 7 menit.

Alternatif lain untuk menuju ke Kampung Kapitan adalah melalui jalur sungai. Wisatawan bisa memarkir kendaraan di kawasan wisata Benteng Kuto Besak (BKB).

Kemudian, dengan menyewa perahu motor seharga Rp 25.000, wisatawan akan diantarkan menuju ke dermaga Kampung Kapitan yang berada di seberang kawasan wisata BKB. Satu perahu bisa mengangkut hingga 10 orang.

Saran

  1. Setelah puas berwisata ke Kampung Kapitan, cobalah untuk singgah sejenak di restoran Kampung Kapitan. Restoran ini telah menyajikan aneka hidangan lezat yang menggugah selera.

Posisinya yang berada di tepi Sungai Musi membuat setiap pengunjung bisa menikmati pesona keindahan sungai dengan segala aktivitasnya.

  1. Bagi Anda yang ingin membawa kendaraan pribadi, sebaiknya menggunakan motor karena mobil terkadang sulit untuk masuk ke dalam kampung.

Namun, jika wisatawan tetap ingin memakai mobil, sebaiknya mobil tersebut diparkir di restoran Kampung Kapitan atau di kawasan wisata Benteng Kuto Besak.

  1. Untuk mendapatkan harga sewa perahu motor yang lebih murah, wisatawan sebaiknya menyewa perahu tersebut bersama dengan wisatawan yang lain.
  2. Setelah liburan ke Kampung Kapitan, lanjutkan perjalanan wisata Anda menuju ke Jakabaring Sport City. Selain terdapat sebuah stadion yang pernah menyelenggarakan beberapa event besar, di kawasan ini wisatawan bisa bertamasya ke sebuah danau buatan yang indah dengan suasananya yang tenang.
Please Share :

Related Post


Nikmatnya Wisata Alam Di Pulau Weh
Nikmatnya Wisata Alam Di Pulau Weh

Di bagian paling barat kepulauan Indonesia terdapat sebuah pulau yang…

Pesona Pantai Lampuuk – Saksi Sejarah Tsunami
Pesona Pantai Lampuuk – Saksi Sejarah Tsunami

Sejak sebelum terjadinya tsunami sampai dengan saat ini, Pantai Lampuuk…

11 Tempat Wisata Di Aceh Yang Wajib Dikunjungi
11 Tempat Wisata Di Aceh Yang Wajib Dikunjungi

Provinsi Aceh mempunyai beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi.…

Air Terjun Pria Laot – Pesona Yang Tersembunyi
Air Terjun Pria Laot – Pesona Yang Tersembunyi

Pergi berwisata ke pulau Weh tidak hanya berlibur di tepi…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *