Home  /  Wisata Sumatera  /  Aceh  / Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman


Masjid Raya Baiturrahman

Pada tahun 1022 H/1621 M, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dibangun sebuah Masjid Kesultanan Aceh yang pada saat ini dikenal dengan nama Masjid Raya Baiturrahman.

Akan tetapi, terdapat sumber lain yang menjelaskan bahwa Masjid Raya Baiturrahman didirikan oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah pada tahun 1292 M.

Semasa perang Aceh, selain digunakan sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Baiturrahman juga digunakan sebagai benteng pertahanan. Akibat dari perang tersebut, pada bulan Safar 1290 H/April 1873 M Masjid Raya Baiturrahman pernah terbakar karena diserang oleh tentara Belanda.

Berdasarkan janji Jenderal Van Swieten, pada pertengahan Shafar 1294 H/Maret 1877 M (4 tahun setelah terbakar), Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman.

Akhirnya janji tersebut terlaksana pada saat Mayor Jenderal Karel van der Heijden menjabat sebagai gubernur militer Aceh. Pembangunan kembali Masjid Raya ini tidak terlepas dari pengaruh rakyat Aceh yang begitu besar terhadap Masjid Raya Baiturrahman.

Peletakkan batu pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Syawal 1296 H atau 9 Oktober 1879 M oleh Tengku Qadhi Malikul Adil. Pada tahun 1299 H Masjid Raya Baiturrahman telah selesai dibangun dan memiliki 1 buah kubah.

Pada tahun-tahun berikutnya dilakukan berbagai renovasi/perluasan terhadap Masjid Raya Baiturrahman.

replika masjid raya baiturrahman

Renovasi/perluasan tersebut meliputi :

1. Pada tahun 1935, perluasan yang dilakukan pada Masjid Raya Baiturrahman meliputi pembuatan 2 buah kubah pada sisi kanan dan kiri masjid. Pekerjaan ini dilakukan oleh Jawatan Pekerjaan Umum (B.O.W). Biaya yang digunakan untuk merenovasi Masjid sebesar F. 35.000,- (tiga puluh lima ribu gulden). Pekerjaan ini dipimpin oleh Ir. M. Thahir dan selesai pada akhir tahun 1936.

2. Berdasarkan keputusan menteri pada tanggal 31 Oktober 1975, dan keputusan panitia bersama yaitu Panitia Perluasan Masjid Raya Kutaraja, dilakukan perluasan yang kedua pada Masjid Raya Baiturrahman. Pekerjaan ini dilakukan oleh NV. Zein yang berasal dari Jakarta. Hasil dari pekerjaan ini adalah bertambahnya 2 kubah dan 2 menara di sebelah utara dan selatan masjid. Sehingga Masjid Raya Baiturrahman memiliki 5 buah kubah. Pekerjaan ini selesai pada tahun 1967.

3. Pada tanggal 7 s/d 14 Juni 1981 dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional ke-XII di Banda Aceh, dilakukan renovasi pada Masjid Raya Baiturrahman agar terlihat lebih indah.

Renovasi tersebut meliputi :

a. Perbaikan dan penambahan tempat berwudhu
b. Instalasi air mancur pada kolam halaman depan
c. Tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dari bahan kuningan
d. Pemasangan porselin, pintu krawang dan lampu chandelier
e. Pemasangan klinkers di pekarangan masjid

4. Pada tahun 1991-1993 dengan disponsori oleh Dr. Ibrahim Hasan, dilakukan kembali perluasan pada Masjid Raya Baiturrahman. Perluasan tersebut meliputi halaman depan, halaman belakang, serta perluasan pada masjid. Bagian masjid yang diperluas, yaitu :

a. Ruang untuk sholat
b. Ruang tamu
c. Perpustakaan
d. Ruang kantor
e. Aula
f. Tempat wudhu

Setelah pekerjaan ini selesai, luas ruangan di dalam Masjid menjadi 4.760 m2, lantainya dilapisi marmer buatan Italia dengan ukuran 60 × 120 cm, dan dapat menampung 9.000 jamaah.
Perluasan pada halaman masjid meliputi :

a. Taman dan tempat parkir
b. 1 buah menara utama dan 2 buah minaret.

Dengan dilakukannya beberapa renovasi pada Masjid Raya Baiturrahman, saat ini Masjid Raya Baiturrahman memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk dengan luas area ± 4 Ha.

Ketika terjadi gempa dan tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 yang menghancurkan sebagian Aceh, masjid ini selamat dari bencana tersebut tanpa kerusakan yang berarti. Selain itu, ada beberapa warga Aceh yang juga selamat karena berada di dalam masjid.

masjid-raya-baiturrahman

Transportasi Menuju Ke Masjid Raya Baiturrahman

Bagi wisatawan yang berminat untuk berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, masjid ini terletak di pusat kota Aceh yaitu di Jln. Tengku Chik Pante Kulu, Banda Aceh.

Untuk mencapainya, wisatawan bisa menggunakan moda transportasi umum seperti angkot (labi-labi), ojek dan taksi, atau menggunakan transportasi pribadi. Apabila wisatawan menggunakan transportasi pribadi, agar tidak kesulitan selama di perjalanan, wisatawan bisa memanfaatkan GPS atau bertanya ke penduduk setempat.

Berikut beberapa perusahaan taksi di kota Banda Aceh :

1. Cempala Taxi Banda Aceh

Alamat : Jl Sultan Johansyah 6, Lamlagang, Baiturrahman
Kabupaten/Kota: Banda Aceh Kode pos: 23239
Nomor telepon/HP: +62651-43354

2. PT Asa Taxi Banda Aceh

Alamat : Jl Tengku Sulaiman Daud
Kabupaten/Kota: Banda Aceh
Nomor telepon/HP: +62651-7408686

Penginapan Di Sekitar Masjid Raya Baiturrahman

Bagi wisatawan yang ingin beristirahat di kota Banda Aceh, telah tersedia beberapa pilihan penginapan di tempat ini.

Beberapa penginapan tersebut antara lain:

Hotel Bintang 1

1. Hotel Rumoh PMI

Jalan Nyak Adam Kamil II, No 1 Kampong Ateuk, 23243 Banda Aceh.

2. Hotel Siwah

Jln.Twk.Muhammad Daudsyah No.18-20, 23122 Banda Aceh.

3. Hotel Diana

Jl. Tengku Hamzah Bendahara No 80, 23242 Banda Aceh.

Hotel Bintang 2

1. Hotel Sulthan International

Jl.Sulthan Hotel No.1, 23122 Banda Aceh.

2. Permatahati Hotel and Convention Center

Jl. Rel Kereta Api no. 2, Meunasah Manyang, 23371 Banda Aceh.

3. Hotel 61 Banda Aceh

Jalan. Tengku Panglima Polem No. 28, Banda Aceh.

Hotel Bintang 3 – 4

1. Hermes Palace Hotel

Jl. T.Panglima Nyak Makam, Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

2. The Pade Hotel

Jl. Soekarno Hatta No. 1, Desa Daroy Kameu, Kecamatan Kameu, Banda Aceh, Aceh 23352, Indonesia.

Masjid Raya Baiturrahman ini adalah salah satu Masjid terindah di Indonesia yang memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk dengan luas area ± 4 Ha. Pada halaman masjid terdapat sebuah kolam dan taman yang ditumbuhi dengan rumput serta aneka tanaman hias yang tertata dengan rapi.

Jika wisatawan berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, disarankan menggunakan pakaian yang rapi, bersih dan sopan (menutup aurat). Di dalam perpustakaan masjid terdapat beberapa buku pengetahuan yang berisi tentang ajaran agama Islam.

Setelah berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, wisatawan dapat mengunjungi Museum Tsunami Aceh yang berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Please Share :

Related Post


4 Obyek Wisata Air Terjun di Aceh – Liburan Yang Menyenangkan
4 Obyek Wisata Air Terjun di Aceh – Liburan Yang Menyenangkan

Obyek wisata air terjun merupakan salah satu tempat yang menyenangkan…

Tugu Nol Kilometer Kota Sabang – Melewati Monkey Road
Tugu Nol Kilometer Kota Sabang – Melewati Monkey Road

R. Soerardjo adalah pencipta lagu Dari Sabang Sampai Merauke. Lagu…

11 Tempat Wisata Di Aceh Yang Wajib Dikunjungi
11 Tempat Wisata Di Aceh Yang Wajib Dikunjungi

Provinsi Aceh mempunyai beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi.…

Tamasya ke Taman Wisata Punti Kayu Palembang
Tamasya ke Taman Wisata Punti Kayu Palembang

Kota Palembang tidak hanya menawarkan obyek wisata sejarah, religi, ataupun…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *