Home  /  Wisata Lombok  / Kehidupan Masyarakat Desa Sade – Desa Tradisional Suku Sasak

Kehidupan Masyarakat Desa Sade – Desa Tradisional Suku Sasak


Kehidupan Masyarakat Desa Sade – Desa Tradisional Suku Sasak

Berlibur ke Pulau Lombok bersama dengan keluarga atau teman akan lebih menyenangkan jika Anda menyempatkan diri berkunjung ke Desa Sade. Biasanya wisatawan yang berangkat dari Kota Mataram menuju ke Pantai Tanjung Aan akan singgah sebentar di desa ini. Walaupun disebut desa, namun pemukiman Suku Sasak ini berada di tepi Jln. Raya Praya-Kuta.

Suku Sasak merupakan suku asli Lombok dan beragama Islam Wektu Telu. Islam Wektu Telu adalah agama Islam yang mempunyai unsur-unsur agama Hindu dan Budha. Desa Suku Sasak yang paling kuno adalah Desa Bayan.

pesona-desa-sadeLokasi desa tidak jauh dari kaki Gunung Rinjani. Namun, wisatawan lebih sering mengunjungi Desa Sade yang berada di wilayah Desa Rembitan.

Kehidupan masyarakat Desa Sade seperti tidak tersentuh oleh gaya hidup modern. Mereka lebih tertarik untuk melestarikan budaya serta tradisi di dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian desa ini telah memanfaatkan fasilitas listrik, sama seperti Desa Tenganan Pegeringsingan di Pulau Bali.

Pada saat berada di wilayah Desa Sade, wisatawan dapat mengamati kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Kaum pria di Desa Sade berprofesi sebagai petani, sedangkan para wanita selain sibuk memasak dan mengurus anak, mereka juga bekerja sebagai penenun kain songket khas Lombok yang dapat dipasarkan di beberapa galeri seni.

desa-sade-lombok

Rumah adat Sasak (Bale Tani) sangat sederhana dan terbuat dari bahan baku kayu serta anyaman bambu pada bagian dindingnya. Atap rumahnya menggunakan jerami dari daun alang-alang atau daun rumbia. Lantainya terbuat dari campuran antara tanah, getah pohon, dan abu jerami.

Kemudian lantai tersebut akan diolesi dengan kotoran kerbau yang berfungsi sebagai perekat serta untuk menjaga kondisi lantai agar tidak lembab ketika musim hujan ataupun kering pada saat musim kemarau. Uniknya, tidak ada bau sama sekali dari kotoran tersebut.

ruang-dalam-bale-tani

Rumah adat ini terbagi menjadi 2 Bale yaitu Bale Luar (ruang depan) dan Bale Dalam (ruang belakang). Di antara kedua Bale ini memiliki perbedaan ketinggian sehingga terdapat 3 buah anak tangga.

Tiga anak tangga tersebut sebagai simbol Wektu Telu (tiga waktu) yaitu lahir, berkembang, dan meninggal. Pintu kayu untuk masuk ke Bale Dalam berbentuk oval dan berukuran kecil.

Di Bale Dalam terdapat 2 buah tungku yang terbuat dari bahan baku tanah serta menyatu dengan lantai rumah. Tungku tersebut dipergunakan untuk memasak dengan bahan bakar kayu.

Di depan rumah terdapat bangunan yang berfungsi untuk menyimpan padi (lumbung padi). Pada bagian bawah bangunan tersebut digunakan oleh penduduk Desa Sade sebagai tempat bersosialisasi antar sesama warga.

Selain itu, juga terdapat bangunan yang bernama Berugak. Bangunan ini mirip dengan pondok atau gazebo.

Berikut beragam kehidupan masyarakat Desa Sade :

1. Agama

Dahulu kala, agama Islam yang dijalankan oleh suku Sasak sedikit berbeda dengan ajaran agama Islam secara umum. Agama Islam mereka masih terpengaruh agama Budha dan Hindu. Namun, saat ini penduduk Desa Sade telah menjalankan sholat lima waktu.

2. Tradisi di dalam pernikahan

Terdapat sebuah tradisi unik sebelum seorang pria melamar wanita yang menjadi buah hatinya. Calon pengantin pria akan menculik sang buah hati pada malam hari. Wanita tersebut akan dipulangkan ke rumah orang tuanya pada esok pagi atau setelah beberapa hari untuk dilamar.

Tradisi ini adalah sesuatu hal yang romantis bagi mereka yang saling mencintai. Namun, jika sang wanita tidak mencintai si penculik, maka itu adalah sebuah kesedihan baginya.

Orang tua perempuan tidak bisa menolak lamaran sang penculik, karena jika ditolak akan berakibat buruk bagi sang putri dimana di kemudian hari tidak ada laki-laki yang mau melamarnya.

kehidupan-masyarakat-desa-sade

3. Keahlian dalam menenun

Berdasarkan pada aturan masa lalu, seorang gadis belum boleh menikah jika tidak bisa menenun. Keahlian dalam menenun merupakan simbol kemandirian dimana seorang wanita siap untuk berumah tangga.

Akan tetapi, saat ini peraturan tersebut tidak berlaku. Seorang wanita yang telah berumur 17 tahun dianggap telah siap untuk menikah.

pemintalan-benang-desa-sadeUntuk membuat selembar kain songket khas Lombok, dibutuhkan waktu antara 1 minggu sampai dengan 1 bulan. Lamanya waktu tergantung dari warna, kerumitan corak, dan ukuran dari songket tersebut.

Alat yang digunakan masih manual dan terbuat dari kayu. Bahkan, benang yang akan dipakai adalah hasil dari proses pemintalan kapas dan dilakukan sendiri oleh mereka dengan menggunakan alat pintal kayu sederhana.

Pewarnaan pada benang berasal dari aneka tumbuhan seperti warna biru dari buah mangkudu dan warna kuning dihasilkan dari kunyit.

Di kawasan wisata ini, Anda juga berkesempatan untuk belajar menenun kain.

4. Mata Pencaharian

Mayoritas kaum laki-laki Desa Sade berprofesi sebagai petani atau bekerja di luar desa, sedangkan kaum perempuan akan membantu mencari nafkah dengan cara menenun, baik itu tenun songket ataupun tenun ikat.

Harga dari kain ini begitu beragam yaitu antara Rp 50.000 hingga ratusan ribu rupiah. Harga tersebut tergantung dari tingkat kerumitan, warna, dan waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya.

Selain itu, keahlian Anda dalam menawar harga juga sangat berpengaruh. Selama berada di Desa Sade, wisatawan dapat dengan mudah menjumpai hasil karya mereka yang dipajang di hampir setiap rumah.

Selain menenun, perempuan di Desa Sade juga membuat aneka assesoris wanita sepeti kalung, gelang, anting, dan juga cincin. Aneka assesoris ini begitu cantik dan kaya warna.

5. Kesenian khas Desa Sade

Beberapa kesenian khas Desa Sade antara lain kesenian Gendang Beleq, Tarian Oncer dan Peresehan. Pada zaman dahulu, kesenian Gendang Beleq sering dipertunjukkan di hadapan raja sebagai bentuk untuk mengantar pasukan yang akan berangkat ke medan perang.

peresehan

Sedangkan Peresehan adalah tradisi perkelahian antara 2 orang pria dengan bersenjatakan tongkat rotan serta dilengkapi oleh perisai yang terbuat dari kulit sapi.

Tradisi Peresehan ini mirip dengan tradisi Mekare-kare (perang pandan) di Desa Tenganan Pegeringsingan Bali.

Transportasi Menuju Ke Desa Sade

Desa Sade berlokasi di Desa Rembitan, Kec. Pujut, Kab. Lombok Tengah. Desa ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kota Mataram.

Jika wisatawan berangkat dari Bandara Internasional Lombok, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk tiba di lokasi desa.

Wisatawan dapat menggunakan beberapa moda transportasi darat seperti angkutan umum, taksi, atau menyewa mobil dan motor. Harga sewa mobil sekitar Rp 600.000/10 jam, dan harga sewa motor selama satu hari adalah sebesar Rp 50.000.

Sebelum masuk ke dalam desa, wisatawan harus mengisi buku tamu dan mengeluarkan sejumlah uang untuk sumbangan sukarela.

Penginapan

Bagi wisatawan yang ingin mencari penginapan, telah tersedia beberapa penginapan dengan variasi kelas dan harga seperti di Kota Praya, Kota Mataram dan kawasan Pantai Kuta Lombok.

Penginapan tersebut antara lain Kuta Indah Hotel, BIL Hotel, Aerotel Mandalika Praya, Grand Hotel Lombok, Hotel Santika Mataram, dan sebagainya.

Berkunjung ke Desa Sade dapat menambah wawasan Anda tentang seni dan budaya Lombok.

Oleh karena itu, jika wisatawan berencana untuk berwisata ke Pulau Lombok, masukkanlah Desa Sade di dalam jadwal perjalanan Anda.

Please Share :

Related Post


Pesona Pantai Senggigi – Wisata Pantai di Pulau Lombok
Pesona Pantai Senggigi – Wisata Pantai di Pulau Lombok

Pesona Pantai Senggigi telah terkenal hingga ke mancanegara. Obyek wisata…

Air Terjun Benang Kelambu – Berada di Dekat Air Terjun Benang Stokel
Air Terjun Benang Kelambu – Berada di Dekat Air Terjun Benang Stokel

Di wilayah Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, terdapat dua buah…

Keunikan Pantai Tanjung Aan Lombok – Pantai Merica dan Pantai Tepung
Keunikan Pantai Tanjung Aan Lombok – Pantai Merica dan Pantai Tepung

Setiap pantai pastinya mempunyai ciri khas masing-masing sebagai pembeda dengan…

Keindahan Pantai Selong Belanak Lombok – Keindahan Pantai Yang Tersembunyi
Keindahan Pantai Selong Belanak Lombok – Keindahan Pantai Yang Tersembunyi

Meskipun ada beberapa wisatawan yang telah mendengar tentang keindahan Pantai…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *