Home  /  Wisata Bali  / Monumen Bajra Sandhi – Monumen Perjuangan Masyarakat Bali

Monumen Bajra Sandhi – Monumen Perjuangan Masyarakat Bali


Monumen Bajra Sandhi – Monumen Perjuangan Masyarakat Bali

Monumen Bajra Sandhi adalah sebuah Monumen Perjuangan Masyarakat Bali, sebagai suatu wujud untuk mengenang serta mengabadikan perjuangan rakyat Bali, serta sebagai sebuah lambang semangat dalam memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan Negara Indonesia.

Pemberian nama Bajra Sandhi pada monumen ini dikarenakan bentuk momunen seperti genta (bajra). Genta digunakan oleh pendeta Hindu ketika mengucapkan Weda dalam upacara keagamaan.

Ida Bagus Mantra adalah orang yang memberikan gagasan untuk pembangunan monumen ini, pada saat itu beliau adalah Gubernur Bali.

monumen bajra sandhiGagasan tersebut dinyatakan pada tahun 1980, beliau menginginkan agar dibangun sebuah tempat untuk mengenang perjuangan rakyat Bali dalam melawan penjajah Belanda dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Supaya mendapatkan sebuah desain monumen yang spektakuler, maka pada tahun 1981 diselenggarakan sebuah kompetisi yang dimenangkan oleh Ida Bagus Yadnya, seorang Mahasiswa Universitas Udayana dari Fakultas Teknik.

Monumen Bajra Sandhi dibangun di atas lahan seluas 13,8 hektar. Dengan luas bangunan utama kurang lebih 4.900 m2. Bangunan monumen mencerminkan semangat  perjuangan kemerdekaan. Hal tersebut dapat dilihat pada anak tangga pintu utama yang berjumlah 17 buah, 8 tiang agung di dalam gedung, dan tinggi monumen yang mencapai 45 meter.

Monumen ini telah diresmikan pada tanggal 14 Juni 2003 oleh Presiden RI Ibu Megawati Soekarno Putri, dan pada tanggal 1 Agustus 2004, Monumen Bajra Sandhi resmi dibuka untuk umum.

suasana monumen bajra sandhi

Gedung monumen di Utama Mandala, tersusun dalam 3 lantai, yaitu:

  1. Utamaning Utama Mandala, berada pada lantai 3. Tempat ini difungsikan sebagai ruang ketenangan. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati suasana di sekitar monumen, karena ruangan ini berada pada lantai yang paling atas.
  2. Madyaning Utama Mandala, berada pada lantai 2. Tempat ini difungsikan sebagai ruang diorama. Terdapat lebih dari 30 unit diorama, dan pada bagian luar terdapat sebuah teras terbuka yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk menikmati suasana sekitar monumen.
  3. Nistaning Utama Mandala, berada pada lantai dasar. Pada tempat ini tersedia ruang perpustakaan, ruang pameran, ruang informasi, ruang pertemuan, ruang administrasi dan toilet umum. Pada bagian tengah ruangan terdapat sebuah telaga yang bernama Puser Tasik. Di gedung ini juga berdiri 8 buah tiang agung, dan anak tangga yang berbentuk tapak dara.

Berdasarkan konsep Tri Mandala, secara vertikal merupakan areal Utamaning Utama Mandala, areal segi delapan adalah Madyaning Utama Mandala, dan areal segi empat adalah Nistaning Utama Mandala

Apabila dilihat dari luar, di bagian atas monumen terlihat bentuk seperti Guci, sebagai simbol dari akumba yaitu tempat Tirtha Amertha. Bedawangnala atau Akupa pada landasan monumen, dan untuk kepalanya berada pada Kuri Agung.

Ekor Naga Basuki yang melilit Bedawangnala terlihat pada Kuri Agung. Gunung Mandara Giri sebagai perwujudan monumen yang menjulang tinggi, dan terdapat kolam yang mengelilingi monumen. Kolam tersebut diibaratkan seperti lautan susu (Ksirarnawa).

Wisatawan yang berkunjung ke Monumen Bajra Sandhi akan mendapatkan sebuah pengetahuan yang sangat berharga mengenai sejarah perjuangan rakyat Bali. Sejak zaman kerajaan sampai dengan zaman perjuangan kemerdekaan.

Di dalam monumen terdapat beberapa lukisan para pejuang, salah satu lukisan tersebut adalah lukisan I Gusti Ngurah Rai bersama dengan pasukannya (Ciung Wanara). Beliau bersama dengan pasukannya berperang melawan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia, yang terkenal dengan nama perang  Puputan Margarana.

bajra sandhi

Lebih dari 30 diorama berada di dalam monumen dan menceritakan tentang para pejuang Bali, seperti perang Jagaraga di Buleleng, perang Puputan Klungkung, dll.

Bagi wisatawan yang gemar membaca, tersedia beberapa buku di dalam perpustakaan yang berlokasi pada lantai dasar gedung monumen.

Taman di sekitar monumen juga sangat indah. Para wisatawan bisa bersantai menikmati keindahan taman sembari berfoto bersama teman atau keluarga.

Dari puncak gedung Bajra Sandhi, wisatawan dapat melihat pemandangan kota Denpansar, dan merasakan hembusan angin yang menyejukkan.

Bangunan monumen dikelilingi oleh lapangan yang luas, yang lebih dikenal dengan nama Lapangan Puputan Renon. Lapangan ini sering dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai areal untuk berolahraga seperti jogging, sepakbola, dan voli. Selain itu, lapangan ini juga dipakai sebagai tempat upacara hari besar nasional, dan tempat pergelaran konser dan pameran.

Transportasi ke Monumen Bajra Sandhi

Bajra Sandhi terletak di depan gedung Gubernur dan DPRD Bali, tepatnya di kawasan Renon, kota Denpasar, Bali. Dahulu lokasi ini merupakan salah satu tempat terjadinya perang kemerdekaan melawan pasukan Belanda.

Untuk menuju ke lokasi ini, wisatawan bisa menggunakan sarana transportasi darat seperti taksi, angkutan umum, sewa mobil dan sewa motor.

Agar bisa masuk ke dalam monumen, wisatawan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 5000/orang untuk dewasa, dan Rp 2000/orang untuk anak-anak.

Bagi wisatawan mancanegara harga tiket masuk sebesar Rp 10.000/orang untuk dewasa, dan Rp 5000/orang untuk anak-anak.

Pada hari Senin s.d. Jumat monumen ini dibuka dari jam 8.30 WITA s.d. 17.00 WITA. Pada hari Sabtu dan Minggu monumen akan dibuka dari jam 9.30 WITA s.d. 17.00 WITA. Monumen akan ditutup pada hari libur nasional.

Fasilitas Umum

Beberapa fasilitas umum yang tersedia pada tempat wisata ini, telah dipersiapkan oleh pihak pengelola monumen, meliputi :

  1. Lahan untuk parkir kendaraan.
  2. Toko-toko yang menjual makanan, minuman, dan souvenir khas Bali.
  3. Toilet yang selalu terjaga kebersihannya.

Penginapan yang dekat dengan Bajra Sandhi

Obyek wisata ini berlokasi di pusat kota Denpasar, tidak sulit bagi wisatawan untuk mencari penginapan yang dekat dengan lokasi wisata ini.

Berikut beberapa penginapan tersebut :

Bintang 1

  1. Griya 18

Jl. Tukad Yeh Aya, 9A/1, Denpasar Selatan, Denpasar.

  1. Hotel Barito Denpasar

Jl. Tukad Barito, No. 30 A, Denpasar Selatan, Denpasar.

Bintang 2

  1. Puri Dalem Hotel

Jl. Hangtuah, No. 23, Denpasar Selatan, Denpasar.

  1. Oranjje Hotel Denpasar

Jl. Hayam Wuruk, No 200, Denpasar Selatan, Denpasar.

  1. POP! Hotel Denpasar Teuku Umar

Jl. Teuku Umar, No. 74, Denpasar Barat, Denpasar.

Bintang 3

  1. The Banyumas Villa

Jl. Tukad Banyumas, No. 1, Denpasar Selatan, Denpasar.

  1. The Grand Santhi Hotel

Jl. Patih Jelantik, No. 1 dan 4, Denpasar Barat, Denpasar.

  1. Inna Bali Hotel

Jl. Veteran, No. 3, Denpasar Utara, Denpasar.

Bintang 4

  1. Mars City Hotel

Jl. Kerta Dalem, Sanur, Denpasar Selatan, Denpasar.

  1. Sanur Paradise Plaza Hotel

Jl. Hang Tuah, No. 46, Denpasar Selatan, Denpasar.

  1. Hotel Puri Tempo Doeloe

Jl. By Pas Ngurah Rai, 209, Denpasar Selatan, Denpasar.

Please Share :

Related Post


Desa Kamasan – Desa Yang Memiliki Aneka Hasil Karya Seni di Bali
Desa Kamasan – Desa Yang Memiliki Aneka Hasil Karya Seni di Bali

Desa Kamasan merupakan sebuah desa yang hanya berjarak sekitar 4…

Kebun Raya Bedugul – Kebun Raya Eka Karya Bali
Kebun Raya Bedugul – Kebun Raya Eka Karya Bali

Kebun Raya Bedugul merupakan sebuah kebun botani yang berlokasi di…

Menyaksikan Devdan Show – Pertunjukan Budaya Nusantara
Menyaksikan Devdan Show – Pertunjukan Budaya Nusantara

Devdan Show, sebuah pertunjukan spektakuler yang menyajikan hiburan yang sarat…

Pantai Legian – Pantai Menawan di Pulau Bali
Pantai Legian – Pantai Menawan di Pulau Bali

Lokasi Pantai Legian berdekatan dengan Pantai Kuta, tepatnya di sebelah…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *