Home  /  Wisata Sumatera  /  Palembang  / Berkunjung Ke Museum Balaputra Dewa Palembang – Wisata Sejarah di Palembang

Berkunjung Ke Museum Balaputra Dewa Palembang – Wisata Sejarah di Palembang


Berkunjung Ke Museum Balaputra Dewa Palembang – Wisata Sejarah di Palembang

Berkunjung Ke Museum Balaputra Dewa Palembang bersama dengan keluarga pastinya bisa memberikan manfaat yang baik karena dapat memperkaya wawasan wisatawan akan peninggalan-peninggalan sejarah. Aneka koleksi yang berada di dalam museum begitu beragam dan berasal dari berbagai zaman yaitu mulai dari zaman pra sejarah hingga memasuki zaman revolusi Indonesia.

Semua koleksi ditata dengan rapi dan terawat. Pada tiap-tiap koleksi telah dilengkapi dengan media informasi berupa tulisan dan monitor tv sehingga para pengunjung dapat dengan mudah memahaminya.

balaputra dewa palembangKoleksi arkeologi di dalam Museum Balaputra Dewa Palembang dapat dibagi menjadi 3 periode masa yaitu pada masa pra sejarah, masa pra Kerajaan Sriwijaya, dan masa Kerajaan Sriwijaya.

Koleksi pada masa pra sejarah meliputi kapak lonjong, arca megalitik, kapak genggam, tengkorak homo erectus, beliung persegi, dan sebagainya.

Adapun koleksi yang berasal dari masa pra Kerajaan Sriwijaya antara lain manik-manik yang berasal dari peninggalan situs Karang Agung.

Sedangkan di zaman Kerajaan Sriwijaya aneka koleksi yang berada di museum diantaranya adalah arca Budha dan Hindu, prasasti, manik-manik kembang unglen, dan lain-lain.

Secara keseluruhan aneka koleksi yang tersimpan di museum meliputi  historika, feologi, keramik, etnografi, biologika, seni rupa, peralatan modern, geologi, dan terdapat juga rumah adat Palembang yaitu Rumah Limas lengkap dengan beberapa perabotan rumah tangga.

koleksi museum balaputra dewa palembang

Pembagian ruang pada museum ini terdiri dari 3 gedung untuk pameran (zaman prasejarah, pada masa kerajaan, dan pada saat perang kemerdekaan), 1 ruang pameran Malaka, 1 ruang untuk pameran khusus, dan ruang auditorium.

Di belakang ruang pameran 2 terdapat beberapa patung dan arca yang merupakan peninggalan pada masa Kerajaan Sriwijaya. Jika wisatawan ingin melihat rumah khas Palembang yaitu Rumah Limas, bangunan tersebut berada di belakang ruang pameran 3.

Wisatawan juga diizinkan untuk masuk ke dalam Rumah Limas agar dapat melihat isi atau perabotan yang digunakan pada masa lalu. Namun, terlebih dahulu Anda harus melapor ke petugas museum karena wisatawan tidak diizinkan masuk ke dalam Rumah Limas tanpa ada pengawalan petugas.

rumah limasRumah Limas yang berada di halaman belakang Museum Balaputra Dewa didirikan sejak tahun 1830.

Awalnya rumah ini adalah milik Pangeran Syarif Adurrahman Al-Habsi. Kemudian, Pangeran Batun membelinya dan dipindahkan ke Sirah Pulau Padang. Rumah Limas kembali berpindah ke Pemulutan setelah dibeli Pangeran Punto.

Sebelum Pangeran Punto menjualnya ke Belanda, rumah ini telah dipindahkan ke Talang Pangeran. Setelah Rumah Limas dikuasai oleh Belanda, rumah tersebut dipindahkan ke belakang Gedung Menara Air (saat ini Kantor Walikota Palembang) pada tahun 1932.

Sejak tanggal 22 April 1933, rumah adat Palembang ini dijadikan museum yang bernama Museum Rumah Bari. Akhirnya pada tahun 1985, Rumah Limas dipindahkan ke Museum Balaputra Dewa.

Pada ruang pameran 1 wisatawan akan di bawa menuju ke zaman pra sejarah. Pada zaman ini manusia masih hidup dengan cara berpindah tempat dan menggunakan peralatan yang terbuat dari batu.

Adapun aneka koleksi yang berada di dalam ruangan ini antara lain kerangka manusia purba, peralatan yang digunakan pada masa pra sejarah (batu pukul, bilah dari batu andesit, mata panah dari batu rijang, kapak lonjong dari batu kali, dan sebagainya), tengkorak homo erectus, beberapa hewan yang berasal dari Sumatera Selatan, dan lain-lain.

koleksi museum balaputra dewa

Pada ruang pameran 2 Anda akan memasuki zaman kerajaan yang pernah berkuasa di Palembang yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang.

Beberapa koleksi yang tersimpan di dalam ruangan ini diantaranya arca, umpak batu, diorama Keraton Kuto Gawang yang dibuat berdasarkan lukisan sketsa karya Joan Van Der Laen pada tahun 1659, dan sebagainya.

Di dalam ruang pameran 3 wisatawan akan berjumpa dengan aneka peninggalan pada masa perang kemerdekaan. Di gedung ini terdapat mata uang yang digunakan pada masa kolonial Belanda, Jepang, sampai dengan awal kemerdekaan. Selain itu, juga tersedia beberapa benda kuno seperti piringan hitam, radio, pakaian, topi, pedang, pistol, dan lain-lain.

Ruang pameran Malaka baru dibuka pada tahun 2011 yaitu pada saat Sultan Malaka datang ke Palembang. Pertukaran budaya antara Palembang (Indonesia) dan Kesultanan Malaka (Malaysia) dikarenakan ada keterikatan batin serta budaya antara Palembang dan Malaka.

museum balaputra dewa

Berdasarkan catatan sejarah, setelah Kerajaan Sriwijaya berhasil diduduki oleh Kerajaan Majapahit, Sultan Iskandar Syah atau Parameswara melarikan diri ke Malaya (Semenanjung Malaka). Kemudian di tempat tersebut beliau menikah dengan wanita setempat dan masuk Islam sehingga namanya berganti menjadi Iskandar Syah.

Di tanah baru tersebut, Sri Baginda Parameswara atau Sang Mulia Baginda Sultan Iskandar Syah mendirikan sebuah kerajaan yang bernama Kesultanan Malaka.

Transportasi Menuju Ke Museum Balaputra Dewa Palembang

Museum Balaputra Dewa Palembang berlokasi di Jln. Srijaya I No. 288, km 5,5 Palembang.

Jika wisatawan membawa kendaraan pribadi, dari Jln. Jenderal Sudirman arahkan kendaraan hingga tiba di km 5, kemudian pada sisi kiri jalan terdapat petunjuk yang bertuliskan “Museum Balaputra Dewa”, belok ke kiri (masuk ke Jln. Srijaya I) dan kurang lebih 500 meter Anda akan berjumpa dengan gedung Museum Balaputra Dewa Palembang yang berada di sisi kanan jalan.

Apabila wisatawan ingin menggunakan angkutan kota, dari kawasan Ampera Anda bisa menaiki angkutan berwarna merah dengan jurusan km 5.

Setelah sampai di pertigaan Jln. Srijaya, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek. Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk naik bus trans musi dan bus kota.

Museum Balaputra Dewa Palembang buka pada hari Selasa s.d. Sabtu pada jam 09.00 s.d. 15.00 WIB. Pada hari Minggu museum akan dibuka mulai dari jam 08.00 s.d. 14.00 WIB. Museum Balaputra Dewa Palembang akan ditutup pada hari Senin.

Harga tiket masuk ke dalam museum adalah sebesar Rp 2000/orang.

Saran

  1. Wisatawan diizinkan untuk membawa kamera namun dimohon untuk tetap menjaga ketertiban selama mengambil gambar. Pihak museum telah menyediakan katalog yang berisikan koleksi-koleksi benda di Museum Balaputra Dewa bagi wisatawan yang datang dalam jumlah besar/rombongan.
  2. Diwajibkan untuk menjaga kebersihan selama berada di dalam museum, oleh karena itu lebih baik untuk tidak makan/minum di area museum.
  3. Jika Anda membutuhkan bantuan, janganlah ragu untuk meminta panduan dari tour guide museum agar mendapatkan informasi yang lebih mendalam.
  4. Mengingat bahwa gedung auditorium museum juga sering digunakan sebagai tempat penyelenggaran acara, seperti resepsi perkawinan dan pertemuan, maka wisatawan yang menginginkan suasana museum yang lebih tenang dan nyaman, sebaiknya menghindari hari Sabtu dan Minggu.
  5. Tidak jauh dari lokasi Museum Balaputra Dewa Palembang terdapat sebuah hutan lindung yang sering menjadi tujuan wisata para pelancong maupun warga sekitar Palembang, yakni Taman Wisata Punti Kayu yang dikelola oleh Dinas Perhutani.

Sempatkanlah untuk mengunjunginya dan di sana Anda akan dimanjakan oleh pemandangan hutan yang asri beserta beberapa kawanan monyet dan berbagai wahana keluarga yang pastinya sayang jika Anda lewatkan.

Please Share :

Related Post


4 Obyek Wisata Air Terjun di Aceh – Liburan Yang Menyenangkan
4 Obyek Wisata Air Terjun di Aceh – Liburan Yang Menyenangkan

Obyek wisata air terjun merupakan salah satu tempat yang menyenangkan…

Kuliner Khas Aceh – Lezat Penuh Cita Rasa
Kuliner Khas Aceh – Lezat Penuh Cita Rasa

Provinsi Aceh memiliki beberapa kuliner yang sangat lezat dan patut…

Liburan Ke Kampung Kapitan Palembang – Wisata Sejarah dan Budaya
Liburan Ke Kampung Kapitan Palembang – Wisata Sejarah dan Budaya

Liburan ke Kampung Kapitan yang berada di Kota Palembang akan…

Danau Aneuk Laot – Sumber Air Tawar Pulau Weh
Danau Aneuk Laot – Sumber Air Tawar Pulau Weh

Danau Aneuk Laot yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah Danau…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *