Home  /  Wisata Bali  / Berkunjung ke Museum Bali – Museum Tertua dan Bersejarah di Bali

Berkunjung ke Museum Bali – Museum Tertua dan Bersejarah di Bali


Berkunjung ke Museum Bali – Museum Tertua dan Bersejarah di Bali

Museum Bali merupakan museum tertua di pulau Bali, dan sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah rakyat Bali.

Pada museum ini, terdapat beberapa koleksi benda etnografi diantaranya yaitu kesenian, keagamaan, bahasa dan tulisan, peralatan hidup, dan lain-lain. Semuanya itu menggambarkan kehidupan serta perkembangan budaya Bali.

berkunjung ke museum baliMuseum ini dibangun pada tahun 1910, oleh seorang Asistant Resident Bali & Lombok yang bernama Mr. WFJ Kroon.

Tujuan dari pendirian museum adalah untuk menjaga dan melestarikan benda-benda bersejarah di Bali.

Bangunan museum merupakan perpaduan dari arsitektur pura dan puri, dirancang oleh 3 orang arsitek yaitu I Gusti Ketut Rai berasal dari Banjar Belong, I Gusti Gede Ketut Kendel berasal dari Banjar Abasan, dan Curt Grundler berasal dari negara Jerman.

Dana pembangunan museum berasal dari Raja-Raja Bali pada saat itu, yaitu Raja daerah Tabanan, Karangasem, Buleleng, dan Badung.

Museum Bali terdiri dari 3 bangunan utama yaitu:

  1. Gedung Tabanan

Dana pembangunan gedung Tabanan berasal dari Kerajaan Tabanan. Gedung ini mencerminkan gaya bangunan dari Bali Selatan. Di gedung ini dipamerkan beberapa koleksi etnografi dan benda-benda kesenian.

  1. Gedung Karangasem

Gedung Karangasem menggambarkan seni bangunan tradisional dari wilayah Bali Timur. Di dalam gedung terdapat pameran beberapa lukisan, seni rupa, arkeologi, dan beberapa benda peninggalan zaman prasejarah.

  1. Gedung Buleleng

Gedung Buleleng melukiskan gaya bangunan tradisional Bali Utara. Dana pembuatan gedung merupakan sumbangan dari Raja Buleleng.

Pada gedung ini, wisatawan yang berkunjung dapat menjumpai beberapa koleksi patung yang terbuat dari tanah liat dengan desain sederhana dan primitif, peralatan dari batu, peralatan rumah tangga, pertanian, nelayan, hiburan, dan lain-lain.

museum bali

Pada tahun 1969, didirikan bangunan baru di bagian selatan museum. Bangunan baru tersebut berfungsi sebagai kantor, perpustakaan, dan tempat kegiatan pameran sementara atau berkala.

Dengan berkunjung ke Museum Bali, wisatawan dapat mengetahui perkembangan kehidupan manusia, dimulai dari kehidupan yang primitif sampai dengan kehidupan modern pada saat ini. Khususnya untuk kehidupan masyarakat Bali.

Pada zaman prasejarah, penduduk Bali menggunakan alat berupa batu dengan bentuk khusus yang difungsikan untuk memotong, mengolah, dan menyayat daging mentah.

Pada masa ini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia berburu dan mengumpulkan makanan dalam tingkat yang sederhana. Diperkirakan zaman ini terjadi pada 200 ribu sebelum masehi.

Memasuki tahun 200 ribu s.d. 3000 sebelum masehi, teknik yang digunakan oleh manusia dalam berburu dan mengumpulkan makanan telah berada dalam tahap yang lebih baik.

koleksi museum bali

Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya peralatan dari tulang binatang dan tanduk hewan sebagai senjata, dan umumnya mereka tinggal di dalam goa.

Melewati tahun 3000 SM, penduduk di pulau Bali mulai mengenal bercocok tanam. Peralatan yang digunakan untuk membantu kehidupan sehari-hari telah beralih menggunakan bahan dari tembaga.

Secara bertahap peradaban ini terus berkembang hingga memasuki masa 600 SM. Penduduk Bali juga telah menggunakan beberapa perhiasan yang terbuat dari tembaga dan perunggu seperti gelang, anting-anting dan kalung. Perhiasan-perhiasan ini juga dipamerkan di Museum Bali.

Mereka mulai untuk hidup menetap secara berkelompok, membuka hutan untuk dijadikan sawah dan ladang. Mereka juga telah membuat rumah-rumah sederhana dari bahan baku kayu.

Di dalam museum dipamerkan peralatan-peralatan yang mereka gunakan untuk bercocok tanam seperti beliung atap. Terdapat juga perahu bercadik yang digunakan sebagai alat transportasi. Mereka juga mulai mengenal kegiatan perdagangan dengan sistem barter.

Pada tahun 800 Masehi, masyarakat Bali telah mengenal tulisan. Di dalam museum terdapat stupika, tulisan prenegari dengan bahasa Sansekerta. Beberapa koleksi senjata tradisional juga dipamerkan di museum ini, seperti bambu runcing, senjata api, dan keris.

Terdapat juga alat tenun tradisonal yang terbuat dari bahan kayu, wayang kulit, peralatan upacara, lukisan, dan masih banyak lagi benda-benda bersejarah lainnya.

Transportasi Yang Digunakan Untuk Berkunjung Ke Museum Bali

Museum Bali berlokasi di Jl. Mayor Wisnu, sekitar 13 km dari bandara Ngurah Rai. Untuk berkunjung ke Museum Bali, wisatawan dapat menggunakan taksi, membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dari bandara.

Selain taksi, wisatawan juga bisa menyewa mobil atau motor. Tentunya dengan menyewa kendaraan, wisatawan akan memiliki kebebasan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata menarik lainnya di pulau Bali dengan biaya yang lebih murah.

Ketika sampai di lokasi museum, wisatawan akan berjumpa dengan Patung Catur Muka (Patung Empat Wajah) dan lapangan Puputan Badung yang berada di depan museum. Sedangkan di bagian selatan museum, terdapat Pura Jagatnatha.

Untuk bisa masuk ke dalam museum, wisatawan harus membeli tiket masuk seharga Rp. 10.000. Jadwal berkunjung ke Museum Bali bisa dilakukan dari hari Minggu s.d. hari Jumat.

Museum dibuka pada jam 08.00 WITA s.d. 15.00 WITA, kecuali pada hari Jumat museum akan ditutup pada jam 12.30 WITA. Museum tidak dibuka pada hari Sabtu dan hari libur resmi.

Fasilitas Umum

Beberapa fasilitas umum yang terdapat pada Museum Bali, telah dipersiapkan pada gedung baru di sebelah selatan. Pihak pengelola telah menyediakan kamar mandi dan toilet. Untuk parkir kendaraan, telah dipersiapkan areal parkir di bagian depan museum.

Wisatawan yang berkunjung ke Museum Bali akan memperoleh tambahan wawasan tentang sejarah kehidupan manusia yang ada di pulau Bali khususnya. Aktivitas ini dapat menjadi pelengkap bagi wisatawan yang sedang berwisata di pulau Bali.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke obyek wisata sejarah lainnya di Bali, wisatawan dapat mengunjungi Monumen Bajra Sandhi yang berlokasi di kawasan Renon, kota Denpasar, Bali.

Please Share :

Related Post


Alas Kedaton Bali – Pesona Alam Hutan Yang Menawan
Alas Kedaton Bali – Pesona Alam Hutan Yang Menawan

Alas Kedaton merupakan obyek wisata hutan yang masih alami dan…

Pantai Kusamba – Keindahan Pesona Pantai Pasir Hitam di Bali
Pantai Kusamba – Keindahan Pesona Pantai Pasir Hitam di Bali

Pantai Kusamba merupakan sebuah pantai yang masih alami dan memiliki…

Aneka Tempat Wisata Anak-Anak Selama di Bali
Aneka Tempat Wisata Anak-Anak Selama di Bali

Berlibur bersama anak-anak ke Pulau Dewata merupakan sebuah hadiah yang…

Pantai Labuhan Amuk – Aktivitas Wisata Bahari Yang Menyenangkan
Pantai Labuhan Amuk – Aktivitas Wisata Bahari Yang Menyenangkan

Dengan latar belakang tanah perbukitan yang hijau, terdapat sebuah pantai…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *