Home  /  Wisata Bali  / Museum Seni Di Bali – Surga Bagi Pecinta Benda-Benda Seni

Museum Seni Di Bali – Surga Bagi Pecinta Benda-Benda Seni


Museum Seni Di Bali – Surga Bagi Pecinta Benda-Benda Seni

Berwisata ke suatu tempat, tidak hanya bertujuan untuk menikmati keindahan alam dari daerah tersebut. Terkadang ada beberapa wisatawan menginginkan sebuah obyek wisata yang menawarkan aneka koleksi benda-benda seni seperti lukisan, patung, dan lain-lain.

Oleh karena itu, bagi wisatawan yang sedang berlibur di Pulau Dewata, telah tersedia beberapa museum seni di Bali yang berlokasi di kawasan wisata Nusa Dua, Sanur dan Ubud.

Berikut Aneka Museum Seni di Bali :

Museum Pasifika1. Museum Pasifika

Museum Pasifika terletak di kawasan wisata Nusa Dua, tepatnya di BTDC Blok P.

Bagi wisatawan yang sedang berlibur di Nusa Dua dan menginap di salah satu hotel yang berada di Pantai Mengiat dan Pantai Geger, hanya dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit wisatawan telah sampai di museum ini.

Museum Pasifika didirikan oleh Philippe Augier dan Moetaryanto pada tahun 2006. Museum dengan luas area sekitar 12.000 m2, dibuka setiap hari pada pukul 10.00-18.00 WITA.

Harga tiket masuk bagi wisatawan dalam negeri adalah Rp 50.000, sedangkan wisatawan asing harus mengeluarkan uang sebesar Rp 70.000. Beberapa fasilitas umum telah tersedia di tempat ini seperti restoran, ruang istirahat, toilet, areal parkir, dan lain-lain.

Begitu wisatawan masuk ke dalam areal museum telah dipamerkan aneka koleksi benda seni seperti lukisan, patung, dan beberapa benda antik lainnya. Di dalam museum tersedia kurang lebih 600 karya seni yang berasal dari 200 seniman.

Seniman tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, ada sebagian seniman yang berasal dari luar negeri seperti beberapa negara di benua Asia, benua Eropa, Meksiko, dan lain-lain. Museum ini pernah memperoleh berbagai penghargaan, salah satunya adalah Wonderful Indonesia Award 2011.

Museum Le Mayeur2. Museum Le Mayeur

Museum Le Mayeur berlokasi dekat dengan Pantai Sanur. Sebelum menjadi sebuah museum, dahulu tempat ini adalah sebuah sanggar seni lukis yang dibangun oleh A. J. Le Mayeur.

Beliau adalah seorang pelukis yang berasal dari Belgia. Pada tahun 1932 A. J. Le Mayeur berkunjung ke Pulau Bali tepatnya di pelabuhan Singaraja. Setelah itu, beliau meneruskan perjalanan menuju ke kota Denpasar dan menetap di Pantai Sanur.

Awalnya A. J. Le Mayeur hanya ingin menetap di Pulau Bali selama 8 bulan. Akan tetapi, dikarenakan keindahan panorama alam di pulau ini serta kecantikan para penari Bali, beliaupun merubah rencananya dan berkeinginan untuk mendirikan sebuah sanggar seni lukis di dekat Pantai Sanur.

Kemudian A. J. Le Mayeur menikah dengan Ni Nyoman Pollok. Wanita ini merupakan model di dalam lukisannya.

Dengan kepiawaiannya dalam membuat sebuah lukisan, hasil karya A. J. Le Mayeur mampu untuk memperkenalkan keindahan Pantai Sanur kepada dunia. Hal ini tentunya berdampak positif bagi perkembangan pariwisata di Pulau Dewata.

Museum Le Mayeur memiliki sekitar 88 buah lukisan dan terbagi menjadi 5 golongan/jenis koleksi. Pembagian golongan tersebut berdasarkan kepada media yang digunakan.

Kelima golongan tersebut yaitu Kertas (7 lukisan), Kanvas (28 lukisan), Trilek (6 lukisan), Bagor (22 lukisan), dan Hard Boeard (25 lukisan). Tidak semua hasil karya Le Mayeur dibuat pada saat sang pelukis tinggal di Bali. Ada beberapa lukisan yang merupakan hasil karya pada saat beliau melakukan perjalanan menuju ke Bali.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Museum Le Mayeur, museum ini terletak di kawasan wisata Sanur. Apabila wisatawan menggunakan kendaraan bermotor, perjalanan menuju ke museum dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari bandar udara Ngurah Rai.

Museum Le Mayeur dibuka dari jam 08.00-14.00 WITA pada hari Senin s.d. Kamis, pada hari Jumat museum buka pada pukul 08.00-11.00 WITA, dan pada hari Sabtu museum dibuka dari jam 08.00 hingga 12.30 WITA. Museum tutup pada hari Minggu dan libur nasional.

museum arma3. Museum Agung Rai atau Arma Museum Ubud

Museum Agung Rai berlokasi di daerah Pangosekan, Ubud, Kab. Gianyar.

Luas museum ini sekitar 5 hektar dan diresmikan pada tanggal 9 Juni 1996 oleh Profesor Dr. Ing Wardiman Djojonegoro. Pengelolaan museum dilakukan oleh yayasan ARMA (Agung Rai Museum of Art).

Aneka lukisan yang dipamerkan pada museum ini merupakan hasil karya para pelukis dari dalam dan luar negeri. Setiap lukisan memiliki makna tersendiri dan mempunyai nilai seni yang tinggi. Oleh karena itu, setiap wisatawan yang berkunjung ke museum ini seakan lupa waktu karena terlalu asyik menikmati keindahan dari setiap lukisan.

Beberapa fasilitas umum telah disediakan di tempat ini. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain panggung hiburan, perpustakaan, toko buku, ruang konferensi, restoran, cafe, toilet dan areal parkir kendaraan yang cukup luas.

Bagi wisatawan yang berminat untuk berkunjung ke Museum Agung Rai, tempat ini berada di kawasan wisata Ubud. Apabila wisatawan berangkat dari Museum Le Mayeur, perjalanan tersebut akan ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Harga tiket masuk di museum ini sebesar Rp 50.000/orang. Harga tersebut telah termasuk minuman kopi dan teh yang telah disediakan di salah satu cafe Museum Agung Rai. Museum dibuka setiap hari pada jam 09.00-18.00 WITA.

museum seni di bali4. Museum Neka Ubud

Museum Neka memiliki lebih dari 300 buah koleksi lukisan. Lukisan tersebut merupakan karya para seniman lokal dan luar negeri.

Jika wisatawan ingin melihat lukisan karya Affandi, di museum ini terdapat 2 buah lukisan hasil karyanya.

Dua lukisan tersebut yaitu lukisan tari Barong dan Rangda yang dibuat pada tahun 1973, dan lukisan perahu nelayan yang dilukis pada tahun 1975.

Walaupun museum Neka dibangun pada tahun 1976, namun museum ini baru diresmikan pada tahun 1982 oleh Bpk. Dr. Daoed Joesoef (Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan).

Di museum ini, wisatawan tidak hanya dapat menyaksikan aneka karya seni lukis. Di tempat ini juga terdapat beberapa karya seni lainnya seperti patung dan keris. Semua koleksi tersebut dikelompokkan berdasarkan pada prestasi sang seniman, tema, dan gaya.

Beberapa fasilitas pendukung telah disediakan di museum ini agar bisa memberikan kepuasan kepada para wisatawan yang berkunjung. Fasilitas tersebut antara lain restoran, balai pertemuan, ruang tunggu, toilet, dan areal parkir.

Museum Neka Ubud berlokasi di Jl. Raya Campuhan, desa Kedewatan, Ubud, Gianyar. Jika wisatawan berangkat dari kota Denpasar, jarak museum dari kota tersebut sekitar 40 km.

Dengan menggunakan kendaraan bermotor, dalam waktu sekitar 1 jam wisatawan telah sampai di lokasi museum.

Museum Neka Ubud buka setiap hari dari jam 09.00-17.00 WITA. Khusus untuk hari Minggu museum dibuka pada jam 13.00-17.00 WITA. Museum tutup pada hari libur nasional. Harga tiket masuk sebesar 50 ribu rupiah/orang dan gratis bagi anak-anak dengan usia di bawah 12 tahun.

museum puri lukisan5. Museum Puri Lukisan

Bagi wisatawan yang menyukai karya seni lukis dan seni ukir, berkunjung ke Museum Puri Lukisan merupakan tempat yang tepat.

Berbagai lukisan yang dipamerkan di museum ini terdiri dari lukisan tradisional dan modern khas Bali.

Selain itu, di tempat ini wisatawan dapat belajar aneka kesenian khas Bali seperti bermain gamelan, bermain suling, membuat layang-layang, membuat wayang, memahat dan mengukir kayu, melukis topeng, melukis natural, membatik, menyusun buah untuk upacara keagamaan, memasak aneka makanan khas Bali, belajar tari tradisional Bali, dan lain-lain.

Museum Puri Lukisan berlokasi Jalan Raya Ubud. Jika wisatawan sedang berada di pasar seni Ubud, jarak antara pasar dan museum hanya sekitar 300 meter.

Untuk masuk ke dalam museum wisatawan harus membeli tiket seharga Rp 75.000, dan gratis bagi anak-anak yang berumur di bawah 15 tahun namun berkunjung ke museum bersama dengan orangtua.

Museum ini buka setiap hari pada jam 09.00-18.00 WITA, dan tutup pada hari raya Nyepi. Untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, telah tersedia beberapa fasilitas umum di tempat ini seperti restoran, toko souvenir, areal parkir, toilet dan lain-lain.

museum blanco ubud bali6. Museum Blanco Ubud

Museum Blanco Ubud menyajikan aneka lukisan karya seorang pelukis keturunan Spanyol & Amerika yang bernama Mario Antonio Blanco.

Terdapat sekitar 300 karya seni lukis yang tersimpan pada museum ini.

Sang maestro begitu piawai ketika melukiskan kecantikan seorang wanita. Pada tahun 1953, beliau menikah dengan seorang penari Bali yang bernama Ni Ronji. Mario Antonio Blanco sering menjadikan istrinya sebagai model lukisan.

Museum Blanco didirikan pada tanggal 28 Desember 1998. Lokasi museum berada di wilayah Ubud, tepatnya di Jl. Campuhan.

Bagi wisatawan lokal cukup membeli tiket seharga Rp 30.000/orang untuk bisa masuk ke dalam areal museum. Sedangkan bagi wisatawan luar negeri, harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50.000/orang. Museum dibuka setiap hari mulai dari jam 09.00-17.00 WITA.

Please Share :

Related Post


Wisata Pura Goa Lawah – Pura Penting dan Bersejarah di Pulau Bali
Wisata Pura Goa Lawah – Pura Penting dan Bersejarah di Pulau Bali

Pura Goa Lawah merupakan salah satu pura penting di Pulau…

Taman Kupu-kupu Tabanan – Surga Bagi Pecinta Kupu-kupu
Taman Kupu-kupu Tabanan – Surga Bagi Pecinta Kupu-kupu

Taman Kupu-kupu Tabanan adalah surga bagi para pecinta kupu-kupu. Hewan…

32 Makanan Khas Bali – Kenikmatan Wisata Kuliner di Bali
32 Makanan Khas Bali – Kenikmatan Wisata Kuliner di Bali

Berwisata ke suatu daerah tidak hanya untuk menikmati keindahan alamnya…

Keindahan Bukit Jambul – Sebuah Persinggahan Sebelum ke Pura Besakih
Keindahan Bukit Jambul – Sebuah Persinggahan Sebelum ke Pura Besakih

Berada pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, Bukit…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *