Home  /  Wisata Sumatera  /  Palembang  / Museum Sultan Mahmud Badaruddin II – Wisata Sejarah di Kota Palembang

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II – Wisata Sejarah di Kota Palembang


Museum Sultan Mahmud Badaruddin II – Wisata Sejarah di Kota Palembang

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II berlokasi di dekat kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Sebuah bangunan tua yang terdiri dari 2 lantai dan dibangun oleh Belanda.

Di dalam museum terdapat beberapa koleksi benda-benda bersejarah. Pengadaan koleksi museum dilakukan sejak tahun 1984 bersamaan dengan pindahnya Museum Rumah Bari menuju ke Museum Balaputra Dewa.

Proses pemindahan ini tidak diikuti dengan semua koleksinya. Kemudian beberapa koleksi yang berada pada Museum Rumah Bari disimpan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II 3Benda-benda bersejarah yang terdapat pada museum berjumlah sekitar 669 buah.

Aneka koleksi tersebut meliputi arkeologika, biologi, etnografika, senirupa, keramologika, dan numismatika. Seluruhnya terpajang dengan rapi dan terawat di museum ini.

Salah satu hal yang menarik perhatian kami adalah peninggalan alat tukar perdagangan pada masa Kesultanan Palembang yaitu berupa koin. Koin tersebut telah ada sejak tahun 1023 H sampai dengan 1253 H.

Koin-koin ini bertuliskan Sultan Fi Balad Palembang dan mayoritas memiliki lubang pada bagian tengahnya. Semua koin yang terbuat dari timah dan perunggu ini tersusun dengan rapi.

Setelah puas melihat beberapa koin kuno, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat aneka koleksi lainnya seperti diorama, senjata-senjata tradisional, pakaian adat, model rumah limas, jenis-jenis songket, pelaminan, alat musik, peralatan memasak, dan lain-lain.

Tidak terasa, hampir 3 jam kami berada di dalam museum yang dahulu merupakan areal Benteng Kuto Lamo.

koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II 2

Begitu menyenangkan berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, karena dapat menambah wawasan mengenai sejarah pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang.

Selain melihat benda-benda bersejarah, pengunjung juga akan mendapatkan informasi mengenai kisah sejarah dari kedua kerajaan tersebut melalui media informasi yang berada di dalam museum.

Sekilas Sejarah Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Pada tahun 1803 s.d. 1813 dan tahun 1818 s.d. 1821, Kesultanan Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin II. Sebelum menjadi seorang Sultan, beliau bernama Raden Hasan Pangeran Ratu. Di masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II, terjadi beberapa kali peperangan melawan Belanda dan Inggris.

koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin IISalah satu perang tersebut dikenal dengan nama Perang Menteng. Pada tanggal 14 Juli tahun 1821, Sultan Mahmud Badaruddin II berhasil ditangkap oleh Belanda.

Kemudian, beliau berserta keluarga diasingkan ke Ternate.

Setelah Belanda menguasai Palembang, keraton Kesultanan Palembang yang pada saat itu berdiri di atas lahan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dibongkar habis lalu didirikan bangunan baru.

Keraton yang didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I tersebut dikenal dengan nama Benteng Kuto Lamo atau Kuto Batu atau Kuto Tengkuruk. Dibongkarnya keraton ini karena Belanda ingin menghilangkan monumental dari Kesultanan Palembang.

Pada tahun 1823 seiring dengan dihapusnya kekuasaan dari Sultan Najamuddin IV, Belanda secara bertahap membangun rumah di lahan bekas Benteng Kuto Lamo. Rumah tersebut akan diberikan untuk komisaris Kerajaan Belanda di Palembang yaitu J. L. Van Seven Hoven.

Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara gaya Eropa dan Palembang. Bahan bangunan telah menggunakan baja beton dan dilengkapi dengan beberapa kaca sehingga terlihat kokoh dan indah. Setelah Indonesia merdeka, saat ini bangunan tersebut digunakan sebagai museum.

Pada tahun 1988, Tim Arkeologi Nasional berhasil menemukan pondasi batu bata Benteng Kuto Lamo. Selain pondasi, juga terdapat beberapa balok kayu yang telah terbakar.

museum sultan mahmud badaruddin ii

Berdasarkan pada catatan sejarah, Benteng Kuto Lamo diresmikan pada tanggal 29 September tahun 1737. Dengan demikian, umur dari balok kayu tersebut pastinya lebih dari 278 tahun.

Transportasi Menuju ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di Jln. Sultan Mahmud Badaruddin II, Nomor 2, Kel. 19 ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi, dan juga angkutan umum untuk menuju ke museum. Apabila wisatawan menggunakan angkutan umum, carilah angkutan dengan jurusan Ampera.

Jika Anda ingin memakai jasa taksi, nomor telepon salah satu armada taksi di Palembang yaitu Blue Bird adalah 0711 – 36 1111 atau 0711 – 36 6450.

Museum ini buka setiap hari mulai dari jam 08.00 s.d. 16.00 WIB. Akan tetapi, museum akan ditutup pada jam 11.30 WIB pada hari Jumat.

Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, museum akan dibuka pada jam 09.00 s.d. 16.00 WIB. Pada hari libur nasional, museum akan ditutup.

Harga tiket masuk ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah sebesar Rp 1000/orang untuk pelajar, Rp 2000/orang untuk mahasiswa, Rp 5000/orang bagi wisatawan domestik, dan Rp 20.000/orang untuk wisatawan asing.

Penginapan

Beberapa penginapan yang berlokasi tidak terlalu jauh dari museum diantaranya :

  1. Syailendra Hotel
  2. Graha Sriwijaya Hotel
  3. Swarna Dwipa Hotel
  4. Emilia Hotel
  5. Horison Ultima Palembang

Saran

  1. Usahakan untuk berkunjung pada pagi hari agar Anda puas mengelilingi museum sebelum jam makan siang, karena museum akan ditutup pada saat petugas istirahat makan siang. Setelah lewat waktu untuk beristirahat, museum akan dibuka kembali hingga jam 16.00 WIB.
  2. Jangan lupa untuk membawa kamera agar bisa berfoto di dalam museum.
  3. Disekitar kawasan museum terdapat beberapa warung yang menjajakan aneka makanan khas Palembang. Bagi Anda yang berasal dari luar Kota Palembang, jangan lewatkan kesempatan ini.
  4. Setelah mengunjungi museum dan berwisata kuliner, lanjutkanlah perjalanan Anda dengan berkunjung ke Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).

Monumen ini menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah terutama yang berhubungan dengan perang 5 hari 5 malam di Kota Palembang.

Please Share :

Related Post


17 Obyek Wisata di Palembang yang Patut Dikunjungi
17 Obyek Wisata di Palembang yang Patut Dikunjungi

Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini merupakan kota terbesar ke-2…

Pesona Pantai Lampuuk – Saksi Sejarah Tsunami
Pesona Pantai Lampuuk – Saksi Sejarah Tsunami

Sejak sebelum terjadinya tsunami sampai dengan saat ini, Pantai Lampuuk…

Gunung Seulawah Agam – Wisata Ke Aceh Besar
Gunung Seulawah Agam – Wisata Ke Aceh Besar

Gunung Seulawah Agam berlokasi di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar,…

Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh

Pada tahun 2004 terjadi bencana gempa bumi dan tsunami di…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *