Home  /  Wisata Sumatera  /  Aceh  / Pesona Pulau Bangkaru – Pulau Seribu Penyu

Pesona Pulau Bangkaru – Pulau Seribu Penyu


Pesona Pulau Bangkaru – Pulau Seribu Penyu

Di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, terdapat kepulauan yang bernama pulau Banyak. Sesuai dengan namanya, pulau Banyak memiliki 99 pulau terdiri dari pulau besar dan pulau kecil. Salah satu pulau yang terkenal adalah Pulau Bangkaru. Pulau ini memiliki sebuah pantai yang diberi nama pantai Amandangan.

Salah satu pesona Pulau Bangkaru adalah ketika malam hari di pantai Amandangan wisatawan bisa menyaksikan 3 sampai 5 ekor penyu yang sedang bertelur. 1 penyu bisa menghasilkan telur hingga ratusan. Wah banyak sekali ya…

Sebenarnya angka tersebut tidak cukup fantastis, karena pada tahun 1982 jumlah penyu yang bertelur di pantai Amandangan bisa mencapai 100 ekor per malam. Namun, sepuluh tahun kemudian angka tersebut menurun dimana hanya 7-15 ekor penyu yang bertelur setiap malamnya.

tukik

 

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Keadaan ini disebabkan karena telur-telur penyu tersebut diambil oleh manusia untuk dijual. Selain itu, daging penyu juga dikonsumsi oleh manusia. Kabarnya daging tersebut dapat meningkatkan vitalitas pria. Padahal hal tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan.

Tukik (bayi penyu) akan selalu mengingat tempat dimana dia menetas. Ketika tukik telah berkembang menjadi dewasa, apabila akan bertelur tukik dewasa akan kembali ke pantai kelahirannya.

Oleh karena itu, jika manusia terus menerus mengambil telur penyu di Pulau Bangkaru, maka jumlah penyu yang menetas di pantai ini akan menurun. Sehingga lambat laun penyu yang kembali untuk bertelur ke tempat ini akan semakin berkurang jumlahnya.

penyu sisik

Untuk mencegah kepunahan dari penyu-penyu tersebut, maka pada tahun 1996 pemerintah Indonesia menetapkan kawasan Pulau Bangkaru sebagai taman nasional dan pusat konservasi penyu. Tidak setiap orang diizinkan untuk berkunjung ke pulau ini. Agar bisa masuk masuk ke Pulau Bangkaru, wisatawan harus memiliki izin dari YPB (Yayasan Pulau Banyak). Hal ini dikarenakan Pulau Bangkaru telah ditetapkan sebagai kawasan wisata terbatas.

Setelah bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh pada akhir tahun 2004, Pulau Bangkaru menjadi sedikit terbengkalai. Oleh karena itu, untuk menghidupkan kembali pulau seribu penyu ini, maka Maggie Muurmans seorang ahli penyu asal Belanda dan Mahmud Bangkaru mencoba untuk membangun kembali Yayasan Pulau Banyak (YPB).

Mereka melakukan kerjasama dengan beberapa LSM, salah satunya adalah LSM Yayasan Eko Lestari (YEL) yang berbasis di Medan dan Paneco. Dengan usaha ini, mereka berharap dapat mengaktifkan kembali aktivitas konservasi penyu dan ekowisata sehingga pesona Pulau Bangkaru tetap terjaga.

Kehidupan penyu hijau pada saat itu sangat memprihatinkan. Hewan bersejarah ini berada diambang kepunahan akibat dari perdagangan telur penyu, konsumsi daging penyu, terjaring nelayan, dan pemanfaatan penyu sebagai hiasan atau cinderamata.

Untuk itu, agar dapat menjaga dan melestarikan kehidupan penyu, mereka menjalankan beberapa program seperti memberikan penyuluhan kepada masyarakat, mengadakan pelatihan, diskusi bersama tokoh masyarakat serta memberikan pengetahuan tentang melestarikan sumber daya alam di sekolah-sekolah. Yayasan ini juga menyediakan tempat bagi sukarelawan yang ingin melakukan penelitian tentang penyu.

Sampai saat ini, ada beberapa mahasiswa lokal, wisatawan luar dan dalam negeri yang bersedia untuk menjadi sukarelawan tersebut.

penyu hijau

Apabila wisatawan telah berada di Pulau Bangkaru, wisatawan tidak boleh menyalakan lampu atau senter ketika ikut berpatroli bersama petugas patroli penyu. Hal ini disebabkan karena mata penyu sensitif terhadap cahaya. Bukan tidak mungkin penyu-penyu tersebut akan mengurungkan niatnya untuk bertelur hanya karena ada cahaya.

Biasanya patroli akan dilakukan pada jam 8 malam setelah selesai makan malam. Apabila masuk musim bertelurnya penyu (pada bulan November-Maret) akan dilakukan 2 shift patroli penyu sampai dengan pagi hari. Dalam 1 periode (2 minggu) penyu hijau bisa datang ke pantai 4-6 kali.

Namun, tidak pada setiap kedatangan penyu tersebut akan bertelur. Jika beruntung, wisatawan bisa bertemu dengan penyu belimbing dan penyu sisik, yang merupakan nenek moyangnya penyu.

Ketika ada penyu yang berkunjung ke pantai untuk bertelur, maka petugas akan memberikan tagging atau tanda. Pada tag tersebut tertulis nomor sehingga memudahkan dalam identifikasi pendataan jika penyu tersebut kembali ke Pulau Bangkaru. Setiap penyu akan diukur panjang dan lebarnya, telah berapa kali bertelur di Pulau Bangkaru, dan juga dicatat jumlah telurnya.

Dengan metode ini, maka diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap penyu. Apabila ada penyu belimbing yang datang, maka petugas akan memasang micro chip sehingga dapat diidentifikasi keberadaannya di negara-negara lain. Perlakuan khusus terhadap penyu tersebut dikarenakan penyu belimbing adalah salah satu jenis penyu yang suka berpetualang.

Secara umum, penyu hijau bisa mencapai panjang 80-90 cm dengan lebar 70-80 cm. Ukuran tersebut tidak berlaku untuk penyu belimbing, karena nenek moyang penyu ini bisa mencapai panjang lebih dari 2 meter.

Penyu selalu bertelur pada malam hari. Setelah bertelur, penyu akan meneteskan air matanya ke dalam lubang tempat telurnya disimpan. Hal ini bertujuan agar bisa mengelabui penciuman predator pemakan telur penyu seperti biawak. Tindakan ini sangat efektif, sayangnya air mata penyu tidak dapat mengelabui manusia sebagai predator kelas atas.

Setelah sekitar dua bulan, telur penyu akan menetas. Pada pagi hari tukik-tukik akan keluar dari sarangnya dan mereka akan berlomba-lomba menuju ke laut. Sungguh sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan, sebuah pesona yang jarang dijumpai.

Sebagai catatan, seekor penyu memasuki usia dewasa dan akan bertelur setelah berumur 25 tahun. Bahkan, penyu belimbing akan bertelur jika usianya di atas 45 tahun.

penyu belimbing

Disamping ikut di dalam tim patroli penyu sembari menikmati pesona Pulau Bangkaru yang cantik, tempat wisata ini juga menawarkan beberapa olahraga air yang menyenangkan. Di Pulau Bangkaru wisatawan bisa mencoba untuk berselancar. Telah tersedia beberapa titik di sekitar pulau ini yang ombaknya mencapai ketinggian hingga 6 meter. Aktivitas snorkeling dan diving juga tidak kalah menyenangkan, wisatawan bisa menjelajahi kehidupan biota laut di perairan Pulau Bangkaru.

Apabila wisatawan menginginkan tempat wisata yang lebih berkesan seperti sebuah petualangan, maka wisatawan bisa menuju ke pulau Tuangku. Lokasi pulau Tuangku tidak jauh dari Pulau Bangkaru. Di pulau Tuangku wisatawan bisa menelusuri hutan. Perjalanan tersebut dimulai dari Kampong Haloban.

Pesona yang tampak di sepanjang perjalanan adalah selain pepohonan hijau, wisatawan dapat melihat Tupai, Beo Nias, Kancil, Kupu-Kupu, dan juga Buaya Muara dengan ukuran yang sangat besar. Ukuran buaya tersebut sangat jarang untuk bisa dijumpai di tempat lain. Selain itu, di pulau ini juga terdapat Goa Kelelawar dan Goa Burung Walet.

pesona pulau bangkaru

Transportasi Menuju Ke Pulau Bangkaru

Untuk menuju ke Pulau Bangkaru, sebelumnya wisatawan harus menuju ke Desa Pulo Saruk di Kabupaten Aceh Singkil. Rute terdekat untuk menuju Desa Pulo Saruk adalah dari kota Medan. Di kota Medan wisatawan bisa naik mobil travel dengan lama perjalanan sekitar 8 jam. Tarif perjalanan sekitar 110 ribu rupiah.

Selain melalui jalan darat, untuk menuju ke Desa Pulo Saruk wisatawan bisa menggunakan pesawat kecil yang berangkat 1 kali dalam seminggu yaitu pada hari Rabu.

Setelah sampai di Desa Pulo Saruk, tersedia kapal tradisional dan juga kapal ferry di Pelabuhan Jembatan Tinggi. Kapal tradisional berangkat setiap hari jam 10.00 WIB dengan tarif 25 ribu rupiah, sedangkan kapal ferry berangkat setiap hari Senin jam 09.00 WIB dengan tarif 16 ribu rupiah. Kapal-kapal ini akan mengantarkan wisatawan menuju ke pulau Balai, kota utama di kecamatan pulau Banyak.

Setelah sampai di pulau Balai, wisatawan akan dikenakan biaya untuk meminta izin ke YPB agar bisa masuk ke Pulau Bangkaru. Besarnya biaya tersebut tidak begitu mahal sesuai dengan paket wisata yang ditawarkan. Paket ini meliputi menginap 3 hari 2 malam, makan 3 kali sehari, dan transportasi antar jemput.

Penginapan Di Pulau Bangkaru

Wisatawan tidak perlu pusing memikirkan penginapan, karena biaya yang dikeluarkan telah termasuk biaya menginap selama di Pulau Bangkaru.

Kuliner

Restoran atau warung makan yang menawarkan aneka makanan khas pantai bisa wisatawan temukan di pulau Balai. Namun selama di Pulau Bangkaru, wisatawan akan dijamin makan 3 kali sehari karena telah termasuk di dalam biaya paket.

Saran

  1. Dikarenakan suasana di pantai yang panas, disarankan bagi wisatawan untuk memakai sunblock.
  2. Persiapkan pakaian renang bagi wisatawan yang ingin berenang atau snorkeling.
  3. Jangan lupa untuk membawa kamera, selain untuk mengabadikan pesona alamnya, tentunya wisatawan juga ingin berfoto dengan penyu.
  4. Akan lebih baik jika di dalam tas wisatawan terdapat kotak P3K.
  5. Selama mengikuti patroli malam, jangan lupa membawa snack atau makanan ringan, air putih dan juga kopi, agar kegiatan menunggu tidak terasa membosankan.
  6. Waktu yang baik untuk berkunjung ke pulau ini adalah pada bulan November-Maret (waktu musimnya penyu bertelur).
  7. Apabila wisatawan memilih untuk naik travel dari kota Medan, sebaiknya wisatawan berangkat dari kota Medan pada malam hari, sehingga wisatawan sampai di Desa Pulo Saruk pada pagi hari.
  8. Bagi wisatawan yang hanya ingin berwisata mengelilingi kepulauan Banyak, wisatawan bisa menyewa perahu nelayan dengan tarif 300 ribu rupiah. Perahu tersebut berangkat dari Desa Pulo Saruk.
  9. Setelah menikmati suasana pantai yang panas, di Provinsi Aceh wisatawan bisa berkunjung ke tempat wisata yang berhawa sejuk. Bagi wisatawan yang gemar mendaki gunung, wisatawan bisa berpetualang ke Gunung Seulawah Agam.

Pesona Pulau Bangkaru tidak hanya menyajikan kegiatan patroli penyu, di pulau seribu penyu ini wisatawan bisa melakukan kegiatan olahraga air seperti surfing, diving dan snorkeling. Selain itu, Pulau Bangkaru memiliki panorama alam yang indah dan menawan.

Please Share :

Related Post


Santai Bersama Keluarga di Danau OPI Palembang
Santai Bersama Keluarga di Danau OPI Palembang

Santai bersama keluarga di Danau OPI Palembang sembari berwisata air…

Jernihnya Air Laut Pantai Iboih – Sungguh Menakjubkan
Jernihnya Air Laut Pantai Iboih – Sungguh Menakjubkan

Provinsi Aceh ternyata menyimpan beberapa tempat wisata yang sangat cantik…

Pesona Pantai Lampuuk – Saksi Sejarah Tsunami
Pesona Pantai Lampuuk – Saksi Sejarah Tsunami

Sejak sebelum terjadinya tsunami sampai dengan saat ini, Pantai Lampuuk…

Danau Tanah Mas Palembang – Wisata Keluarga Yang Menyenangkan
Danau Tanah Mas Palembang – Wisata Keluarga Yang Menyenangkan

Danau Tanah Mas Palembang merupakan salah satu obyek wisata keluarga…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *