Home  /  Wisata Sumatera  /  Aceh  / Tugu Nol Kilometer Kota Sabang – Melewati Monkey Road

Tugu Nol Kilometer Kota Sabang – Melewati Monkey Road


Tugu Nol Kilometer Kota Sabang – Melewati Monkey Road

R. Soerardjo adalah pencipta lagu Dari Sabang Sampai Merauke. Lagu ini pastinya telah sering kita dengar dan pernah kita nyanyikan. Dalam lagu tersebut menjelaskan luas wilayah Indonesia mulai dari Sabang (Aceh) sampai dengan Merauke (Papua).

Awalnya lirik lagu yang diciptakan oleh R. Soerardjo adalah Dari Barat Sampai ke Timur. Lirik ini kemudian diganti berdasarkan masukkan dari Presiden pertama RI yaitu Bpk. Ir. Soekarno. Bpk. Ir. Soekarno mendapatkan slogan “dari Sabang sampai Merauke” dari ucapan seorang perwira Belanda bernama Jenderal JB Van Heutsz.

Ucapan tersebut dinyatakan pada saat Jenderal JB Van Heutsz mendapatkan kemenangan dari perang Aceh pada tahun 1904. Slogan beliau adalah “Vom Sabang tot Merauke”.

Saat ini, baik di kota Sabang ataupun di Merauke terdapat tugu nol kilometer. Adapun fungsi dari Tugu Nol Kilometer atau Monumen Kilometer Nol adalah sebagai simbol batas wilayah Indonesia.

tugu nol km sabang

Tinggi bangunan Tugu Nol Kilometer kota Sabang adalah sekitar 22,5 meter. Bangunan tersebut dicat dengan warna putih dan pada puncak tugu terdapat patung burung Garuda. Selain itu, juga terdapat sebuah prasasti yang terukir di atas batu berwarna hitam. Prasasti tersebut menjelaskan tentang letak geografis dari Tugu Nol Kilometer.

Wakil Presiden RI, Bpk. Try Sutrisno pada tanggal 9 bulan September tahun 1997 melakukan peresmian terhadap Tugu Nol Kilometer kota Sabang. Sebelum peresmian, dilakukan beberapa renovasi pada tugu ini sehingga penampilannya menjadi semakin cantik. Bagi wisatawan yang ingin melihat prasasti peresmian tugu, prasasti tersebut terletak di lantai pertama monumen ini.

Pada tanggal 24 September 1997, Menteri Riset dan Teknologi pada saat itu yaitu Bpk. BJ. Habibie meresmikan prasasti yang menjelaskan tentang penetapan posisi geografis KM-0 Negara Indonesia dimana pengukuran dilakukan oleh ahli BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dengan memakai alat GPS (Global Positioning System).

Disamping itu, terdapat prasasti kedua yang menerangkan tentang letak geografis dari tugu yaitu Lintang: 05 54’ 21.42” LU, dan Bujur: 95 13’ 00.50” BT. Kedua prasasti ini berlokasi di lantai dua Tugu Nol Kilometer kota Sabang. Selain itu, terdapat data teknis mengenai tugu yang terukir di atas batu granit.

Data teknis tersebut menjelaskan “Posisi Geografis Kilometer 0 Indonesia Sabang. Lintang: 05 54’ 21.42” LU. Bujur: 95 13’ 00.50” BT. Tinggi : 43.6 Meter (MSL). Posisi Geografis dalam Ellipsoid WGS 84”.

prasasti tugu nol km sabang

Pada saat ini, Tugu Nol Kilometer kota Sabang terlihat semakin indah. Hal ini disebabkan karena telah dilakukan renovasi terhadap penampilan tugu. Renovasi ini dilakukan oleh Pemkot Sabang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Pada halaman depan tugu, terdapat tulisan KILOMETER 0 dengan ukuran yang besar. Tulisan tersebut sangat mencolok karena dicat warna merah dan terbuat dari bahan baku semen. Untuk memudahkan para wisatawan berfoto di depan tulisan tersebut, maka telah disediakan tempat untuk berfoto berupa lantai yang letaknya tepat di bagian bawah tulisan.

Alokasi dana yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut adalah sebesar 60 juta rupiah yang merupakan APBK 2013 (info : aceh.tribunnews.com). Pembuatan taman dan penyempurnaan bagian lainnya akan membuat Tugu Nol Kilometer menjadi lebih menawan.

Sampai dengan sekarang, setiap wisatawan yang berkunjung ke Tugu Nol Kilometer kota Sabang akan diberikan sertifikat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Sabang. Ini merupakan sebuah kenang-kenangan yang berharga bagi para wisatawan.

Tugu Nol Kilometer kota Sabang sebenarnya tidak berdiri di batas terluar paling barat negara Indonesia. Batas terluar paling barat dari negara Indonesia adalah pulau Lhee Blah, sebuah pulau kecil di sebelah barat pulau Breuh.

tugu nol kilometer kota sabang

Bagaimana Transportasi Untuk Menuju Ke Tugu Nol Kilometer Kota Sabang ?

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Tugu Nol Kilometer kota Sabang, wisatawan dapat menggunakan transportasi umum atau menyewa mobil dan motor. Tugu ini terletak di areal Hutan Wisata Sabang, Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya.

Jika wisatawan berangkat dari kota Sabang, wisatawan akan menempuh jarak sekitar 29 kilometer dalam waktu kurang lebih 55 menit. Akan tetapi, bagi wisatawan yang sedang berlibur di pantai Iboih, Tugu Nol Kilometer ini hanya berjarak sekitar 5 km dari pantai tersebut.

Perjalanan selama 55 menit ini akan terasa lebih cepat, karena selama di perjalanan wisatawan akan menikmati panorama alam pulau Weh yang mempesona. Karakteristik jalan yang akan dilalui oleh wisatawan adalah tanah berbukit yang naik turun dan berkelok-kelok.

Selain itu, wisatawan juga akan menjumpai beberapa spesies monyet yang jumlahnya cukup banyak. Penduduk setempat melindungi monyet-monyet tersebut agar tidak terancam punah.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba memberi makan monyet, jangan lupa untuk membawa kacang, pisang dan biskuit atau snack. Dikarenakan banyaknya monyet yang bisa ditemui di sepanjang jalan menuju tugu, maka jalan ini dikenal dengan nama Monkey road (jalan monyet).

Penginapan Di Dekat Tugu Nol Kilometer Kota Sabang

Bagi wisatawan yang ingin mencari penginapan di dekat Tugu Nol Kilometer, wisatawan dapat mencari penginapan tersebut di sekitar pantai Iboih atau pantai Gapang. Jarak kedua pantai ini hanya sekitar 5 km dari lokasi tugu. Di sana telah disediakan beberapa penginapan dengan variasi standar kelas dan harga.

Kuliner

Beberapa restoran telah menghidangkan aneka makanan dan minuman yang lezat dan sangat layak untuk dicoba oleh para wisatawan. Restoran-restoran tersebut berlokasi di pantai Gapang dan pantai Iboih.

Menikmati kelezatan ikan bakar di pinggir pantai sembari menyaksikan pesona alam pantai yang menawan akan membuat wisata kuliner ini menjadi lebih menyenangkan. Aroma khas kopi Aceh yang menyegarkan dapat membuat suasana menjadi lebih hidup.

Saran

  1. Selama berada di areal lokasi Tugu Nol Kilometer, agar lebih nyaman wisatawan jangan lupa untuk membawa topi dan kacamata hitam.
  2. Jangan lupa untuk membawa kamera.
  3. Wisatawan tidak boleh menggangu monyet-monyet yang berada di sepanjang jalan yang akan mengantarkan wisatawan menuju ke Tugu Nol Kilometer. Apabila wisatawan ingin memberi makan, tidak ada larangan untuk melakukan kegiatan tersebut, namun jangan pernah membohongi atau mempermainkan monyet-monyet tersebut.
  4. Wisatawan harus berhati-hati terhadap barang bawaan seperti kamera dan ponsel. Jangan sampai barang-barang tersebut direbut oleh monyet-monyet yang memiliki rasa ingin tahu yang besar.
  5. Untuk mendapatkan harga sewa mobil yang lebih murah, wisatawan bisa menyewa mobil tersebut bersama dengan wisatawan lainnya.
  6. Periksa jumlah bahan bakar kendaraan apabila wisatawan menggunakan mobil atau motor sewaan. Jumlah SPBU di kota Sabang belum begitu banyak, jika dalam keadaan darurat wisatawan bisa membeli bahan bakar di pinggir jalan.
  7. Setelah berwisata ke tempat ini, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju ke pemandian air panas Keuneukai. Di pemandian ini, wisatawan bisa memanjakan diri di dalam kolam air panas alami yang menyehatkan.

Tugu Nol Kilometer kota Sabang adalah simbol perbatasan negara Indonesia. Berkunjung ke tugu ini akan memberikan sebuah kenangan yang indah selama wisatawan berwisata ke pulau Weh.

Please Share :

Related Post


Berwisata Ke Pulau Kemaro Palembang – Wisata Bahari Bersama Keluarga
Berwisata Ke Pulau Kemaro Palembang – Wisata Bahari Bersama Keluarga

Pulau Kemaro adalah sebuah delta kecil yang berada di perairan…

Gunung Burni Telong – Pesona Alam Yang Indah
Gunung Burni Telong – Pesona Alam Yang Indah

Gunung Burni Telong yang dalam bahasa Indonesia berarti gunung yang…

Santai Bersama Keluarga di Danau OPI Palembang
Santai Bersama Keluarga di Danau OPI Palembang

Santai bersama keluarga di Danau OPI Palembang sembari berwisata air…

Pesona Pantai Sumur Tiga – Indahnya Cahaya Sunrise
Pesona Pantai Sumur Tiga – Indahnya Cahaya Sunrise

Bentangan pasir putih yang bersinar dan disapu oleh gulungan ombak…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *