Home  /  Wisata Bali  / Wisata Monkey Forest – Cagar Alam Bagi 340 Ekor Monyet di Ubud

Wisata Monkey Forest – Cagar Alam Bagi 340 Ekor Monyet di Ubud


Wisata Monkey Forest – Cagar Alam Bagi 340 Ekor Monyet di Ubud

Obyek wisata Monkey Forest berlokasi di daerah Ubud. Tempat ini merupakan cagar alam bagi 340 ekor monyet atau kera ekor panjang. Mereka hidup berkelompok dan masing-masing kelompok menguasai wilayah yang berbeda.

Berdasarkan info dari petugas setempat, di dalam hutan ini terdapat 4 kelompok monyet. Setiap kelompok memiliki satu pimpinan yang dihormati dan memiliki prioritas lebih dibandingkan monyet lainnya.

monkey forestHutan dengan luas sekitar 27 hektar ini memiliki kurang lebih 115 jenis tanaman, seperti pohon pinang, pohon bambu, pohon mahoni, pohon beringin, pohon majegan, dan masih banyak lagi jenis tanaman yang lainnya.

Aneka jenis tanaman tropis ini tumbuh dengan subur, dan menjadi salah satu daya tarik bagi obyek wisata ini.

Beberapa pohon tersebut dianggap sebagai pohon suci, karena digunakan dalam kegiatan-kegiatan spiritual. Contohnya pohon majegan yang digunakan untuk pembangunan kuil, dan pohon beringin yang daunnya dimanfaatkan untuk upacara kremasi.

Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini bisa menyaksikan tingkah laku monyet yang lucu dan unik sembari menikmati pesona keindahan alam. Rimbunnya pohon yang tumbuh di hutan ini membuat udara menjadi lebih sejuk dan segar. Selain itu wisatawan juga bisa berinteraksi dengan beberapa rusa yang ada di tempat ini.

Obyek wisata Monkey Forest dibuka untuk umum dari jam 08.00 s.d. 18.00 WITA. Setelah memarkir kendaraan di sebuah area parkir yang cukup luas, wisatawan bisa langsung menuju ke loket untuk membeli tiket masuk.

Harga tiket masuk ke obyek wisata ini Rp 20.000/orang untuk dewasa, dan untuk anak-anak harga tiket masuk Rp 10.000/anak. Sedangkan untuk parkir mobil wisatawan harus membayar sebesar 5 ribu rupiah per mobil.

Pada saat akan memasuki kawasan hutan, di dekat pintu masuk wisatawan akan bertemu dengan beberapa pedagang pisang. Mereka menawarkan beberapa jenis buah pisang dengan harga yang wajar.

Belilah beberapa buah pisang jika wisatawan ingin mencoba merasakan sensasi memberi makan monyet. Ini akan menjadi sebuah pengalaman yang unik bagi wisatawan.

Kenapa hanya pisang? Bukankah monyet juga menyukai makan kacang. Ternyata di tempat wisata ini terdapat larangan bagi wisatawan untuk memberi kacang kepada monyet.

wisata monkey forestBerdasarkan hasil dari sebuah penelitian, kacang dapat meningkatkan kadar lemak pada monyet, sehingga monyet akan mengalami kegemukan dan meningkatkan resiko terjatuh dari pohon.

Selama di dalam hutan, wisatawan dapat berfoto bersama monyet. Akan tetapi, jangan pernah mengganggu mereka, karena mereka bisa marah dan hal tersebut akan membahayakan diri wisatawan.

Biarkan saja mereka bermain dengan riang gembira, bergelantungan di atas pohon ataupun berjalan-jalan di atas tanah bersama dengan kelompoknya. Satu hal lagi, wisatawan tidak boleh berjalan di luar dari jalan setapak yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola wisata.

Karena, jika wisatawan keluar dari jalur tersebut, monyet-monyet di hutan ini akan marah. Mereka merasa wisatawan masuk ke dalam wilayah mereka dan dianggap sebagai sebuah ancaman.

Namun, wisatawan tidak perlu terlalu takut ataupun merasa khawatir selama berada di tempat wisata ini. Karena, telah dipersiapkan petugas-petugas yang akan selalu mengawasi dan menjaga para wisatawan dari kemungkinan diganggu oleh monyet-monyet yang terkadang sedikit agresif.

Dengan cara ini, para wisatawan dapat dengan tenang dan nyaman berada di obyek wisata Monkey Forest. Menikmati tingkah lucu monyet dan memberi makan mereka merupakan suatu hiburan yang menyenangkan di dalam sebuah hutan yang sejuk.

Obyek wisata Monkey Forest tidak dapat dipisahkan dari penduduk desa Padangtegal. Hal ini dikarenakan di dalam hutan terdapat 3 pura besar, yaitu :

  1. Pura Dalem Agung

Pura Dalem Agung berlokasi di barat daya hutan, dan merupakan pura terpenting di tempat ini.

  1. Pura Beji

Pura Beji berlokasi di barat laut hutan.

Pura ini terdiri dari 3 buah pura, yaitu:

◊ Pura Utama Mandala, tempat untuk pemandian para dewa.

◊ Pura Madya Mandala, sebuah pura yang mempunyai kolam suci.

◊ Pura Nista Mandala, tempat untuk pemandian umum.

  1. Pura Prajapati

Pura Prajapati sebagai tempat penyimpanan kremasi. Di sepanjang sisi pura terdapat pemakaman.

Dengan semua pesona yang ditawarkan, sangatlah wajar jika tempat wisata ini tidak pernah sepi dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara. Keunikan suasana dan pesona alam yang diberikan, akan membuat semua wisatawan yang berkunjung merasa senang dan bahagia.

Transportasi Menuju ke Obyek Wisata Monkey Forest

Obyek wisata Monkey Forest berlokasi di Jl. Monkey Forest, Ubud, Bali. Jika wisatawan berangkat dari bandara Ngurah Rai, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk menuju ke lokasi wisata.

Wisatawan bisa menggunakan moda transportasi darat seperti taksi, dan menyewa mobil atau motor.

Agar mengeluarkan biaya yang murah, serta nyaman selama perjalanan menuju ke tempat wisata, lebih baik wisatawan menyewa mobil atau motor. Harga sewa mobil di Bali sekitar 200 ribu rupiah per hari (tanpa sopir), dan harga sewa motor antara Rp 50.000-75.000/hari.

Penginapan

Obyek wisata Monkey Forest termasuk dalam kawasan wisata Ubud. Di tempat wisata ini telah tersedia beberapa hotel berkelas yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan.

Hotel tersebut diantaranya adalah : Loka House Ubud, Nicks Hidden Cottage, Chili Cottages, Oka Kartini Guest House, Artini Cottage 3, Villa Sanggingan, Puri Saron Madangan, Bayad Ubud Bali Villa, Ubud Raya Resort, Budhiayu Villas Ubud, The Kayon Resort, Elephant Safari Park Lodge Hotel, dan lain-lain.

Saran

  1. Bagi wisatawan yang alergi terhadap bulu, sebaiknya tidak ikut masuk ke dalam obyek wisata ini.
  2. Selama berada di dalam kawasan hutan, wisatawan harus menjaga setiap barang bawaan, posisikan barang bawaan di tempat yang aman.
  3. Jika diperlukan wisatawan bisa meminta pengawalan dari petugas yang telah dipersiapkan di tempat wisata ini.
  4. Wisatawan sebaiknya tidak memakai perhiasan yang berlebihan.
  5. Wisatawan dilarang mempermainkan atau menipu monyet, dan juga tidak diperbolehkan mengelus monyet.
  6. Wisatawan diizinkan untuk memberi makan pisang kepada monyet, namun jangan berlebihan atau mencoba mempermainkannya.
  7. Wisatawan yang ingin berfoto dengan monyet, sebaiknya minta tolong untuk dijaga oleh petugas setempat, dan pegang dengan erat kameranya jangan sampai direbut oleh monyet.
  8. Wisatawan tidak boleh berjalan di luar dari jalan yang telah disediakan, agar tidak masuk ke dalam wilayah kekuasaan monyet, sehingga monyet-monyet tersebut tidak merasa terancam.
Please Share :

Related Post


Wisata Tampak Siring – Istana Tampak Siring dan Pura Tirta Empul
Wisata Tampak Siring – Istana Tampak Siring dan Pura Tirta Empul

Tampak Siring adalah sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Gianyar.…

Pasar Seni Di Bali – Tempat Yang Menyenangkan Untuk Berburu Oleh-Oleh
Pasar Seni Di Bali – Tempat Yang Menyenangkan Untuk Berburu Oleh-Oleh

Setelah wisatawan menikmati aneka tempat wisata yang menarik di Pulau…

Tanah Lot – Keindahan Sunset di Pulau Bali
Tanah Lot – Keindahan Sunset di Pulau Bali

Tanah Lot, sebuah obyek wisata yang indah di Pulau Bali…

Pondok Pekak Ubud – Mengasah Kreativitas Anak-Anak
Pondok Pekak Ubud – Mengasah Kreativitas Anak-Anak

Berwisata ke pulau Bali merupakan pilihan yang sangat tepat bagi…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *